BANDUNG, journalbroadcast.co — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti serius permasalahan sanitasi lingkungan saat melakukan Monitoring Kewilayahan di RW 10 Kelurahan Pasirjati dan RW 15 Kelurahan Pasanggrahan, Kamis (08/01/2026).
Dalam monitoring tersebut, Farhan menemukan masih banyak rumah warga yang belum memiliki septic tank layak. Di RW 10 Kelurahan Pasirjati tercatat sebanyak 84 rumah belum dilengkapi septic tank, sementara di RW 15 Kelurahan Pasanggrahan terdapat 38 rumah dengan kondisi serupa.
Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Menanggapi temuan tersebut, Farhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan solusi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing.
Untuk Kelurahan Pasanggrahan, pembangunan septic tank komunal dinilai kurang memungkinkan. Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan menerapkan septic tank individual menggunakan teknologi biotank.
“Di Kelurahan Pasanggrahan, septic tank tidak bisa dibuat komunal, tetapi individual dengan teknologi biotank. Teknologi ini tidak perlu disedot secara berkala karena kotorannya dilarutkan menggunakan cairan khusus,” ujar Farhan.
Menurutnya, teknologi biotank merupakan solusi praktis dan ramah lingkungan, terutama bagi kawasan permukiman padat yang memiliki keterbatasan lahan.
Farhan juga mengimbau warga yang hingga kini belum memiliki septic tank agar segera melapor melalui ketua RW setempat. Pemerintah Kota Bandung siap menindaklanjuti laporan tersebut secara langsung, baik dengan pembangunan septic tank komunal maupun perorangan sesuai kebutuhan.
“Untuk masyarakat yang saat ini tidak memiliki septic tank, segera lapor ke RW. Nanti saya akan datangi satu per satu. Kita buatkan septic tank, bisa komunal atau perorangan. Yang penting tidak boleh terjun bebas,” tegasnya. *red





















