Bandung, JB — Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Dr. Edwin Senjaya S.E., MM., mengisi kajian islam Majelis Taklim Bilqis, di Masjid TSM, Jl. Gatot Subroto Bandung, Selasa, (07/06/2022).
Dalam tausiyahnya, Edwin membahas dan mengajak jamaah untuk merenungkan kembali arti kita diberi hidup oleh Sang Pencipta, mengingat kembali kehidupan di dunia yang sementara ini untuk membawa bekal baik untuk kehidupan di akhirat yang kekal abadi.
Imam Al Ghazali menjelaskan, ciptaan Allah SWT terbagi dua. Yaitu ciptaan yang tidak diketahui wujudnya, ini tidak mungkin ditafakuri. Serta ciptaan yang diketahui asal dan jumlahnya, namun tidak diketahui secara rinci, untuk mengetahuinya kita harus berpikir. Inilah obyek tafakur yang sempurna.
Dua di antara obyek tafakur yang sempurna adalah, pertama, alam semesta. Obyek ini meliputi, langit dengan semua yang ada di dalamnya seperti matahari, bintang dsb. Juga bumi dengan semua yang ada di dalamnya seperti gunung, hewan, tumbuhan dsb. Serta semua fenomena yang terjadi di dalamnya seperti proses terjadinya hujan, dsb.
Obyek ini disebutkan dalam banyak ayat. Di antaranya, Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasangan. Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS Ar Ra’d [13]: 3).
Kedua, manusia. Allah SWT berfirman, Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? (QS Ar Rum [30]: 8). Dalam diri manusia terdapat banyak hal yang bisa ditafakuri. Dari susunan tubuhnya hingga organ-organ tubuh yang menakjubkan.
Karena obyeknya begitu luas, maka untuk manafakurinya tidak dibatasi ruang dan waktu. Tidak salah kalau Malik Badri menyebut tafakur sebagai ibadah bebas tidak kenal batas. Di akhir Mengisi acara Edwin bersama jamaah berdo’a bersama dan mengabadikan momen dengan berfoto bersama. *red