BANDUNG, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menetapkan dua fokus utama pembangunan pada tahun 2026, yakni penguatan infrastruktur dan pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM).
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur tersebut, sejumlah perangkat daerah dilibatkan secara langsung, di antaranya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, serta bidang cipta karya dan tata ruang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat pekerjaan rumah, khususnya pada 17 ruas jalan utama di Kota Bandung yang membutuhkan perhatian serius.
Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa pada tahun sebelumnya Pemkot Bandung memang lebih memprioritaskan pembangunan berbasis kewilayahan.
“Hingga hari ini, sudah 60 kelurahan dari total 151 kelurahan yang kita sentuh. Itu bagian dari strategi agar pembangunan terasa langsung di lingkungan warga,” ujar Farhan usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) di Balai Kota Bandung, Senin (05/01/2026).
Ke depan, Pemkot Bandung akan melakukan percepatan pembangunan. Farhan mengaku akan lebih sering berkantor langsung di wilayah guna memastikan proses pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Setelah akselerasi kewilayahan, baru kita kejar kembali perbaikan di ruas-ruas jalan utama. Ini soal keseimbangan pembangunan,” tuturnya.
Selain itu, Farhan juga menyampaikan bahwa Rapat Pimpinan akan kembali digelar secara rutin sebagai forum konsolidasi, pengambilan keputusan strategis, serta evaluasi lintas perangkat daerah.
Rapim dijadwalkan berlangsung secara berkala setiap Senin pertama pada awal bulan, mulai tahun 2026.
“Rapim ini kita hidupkan kembali sebagai ruang konsolidasi. Kita ingin memastikan semua persoalan strategis kota dibahas bersama, diputuskan bersama, dan dikawal bersama,” pungkasnya. *red





















