BANDUNG, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan penanganan serius terhadap terputusnya akses jalan yang menghubungkan RW 09 dan RW 10 di Kelurahan Pasanggrahan.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat melakukan monitoring kewilayahan di Pasanggrahan, Kamis (08/01/2026).
Farhan menjelaskan, terputusnya akses jalan tersebut disebabkan oleh peristiwa longsor yang terjadi pada tahun 2022 dan hingga kini belum tertangani secara menyeluruh. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas warga, khususnya akses menuju kawasan pertanian dan lahan sawah abadi di sekitar lokasi.
“Ini akibat longsor tahun 2022 sampai hari ini belum diperbaiki. Kita akan buatkan gambar atau desain jalan yang baik,” ujar Farhan.
Namun demikian, Farhan menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak dapat dilakukan secara sederhana tanpa memperhitungkan potensi longsor susulan. Oleh karena itu, aspek mitigasi bencana menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Pertanyaannya adalah bagaimana jaminannya agar tidak terjadi longsor lagi. Jadi pembuatannya tidak hanya bikin jalan, tapi juga harus dilakukan penguatan,” jelasnya.
Menurut Farhan, salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah reboisasi di area rawan longsor, khususnya di sisi barat lokasi yang menjadi titik utama pergerakan tanah. Penguatan vegetasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas lereng sekaligus mencegah terulangnya bencana serupa.
“Sisi bagian barat yang longsor itu harus diperkuat dengan reboisasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan akses jalan ke depan akan mengintegrasikan fungsi konektivitas dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, akses menuju kawasan pertanian, termasuk Sain Farm dan lahan sawah abadi, dapat kembali normal tanpa mengabaikan faktor keselamatan warga. *red





















