BANDUNG, journalbroadcast.co — Memasuki awal 2026, saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) dengan kode saham BJBR menunjukkan kinerja positif di pasar modal. Berdasarkan data penutupan perdagangan per 15 Januari 2026, saham BJBR berada di level Rp840 atau menguat sekitar 5 persen secara year to date (ytd).
Penguatan tersebut mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental Perseroan serta keberlanjutan strategi bisnis bank bjb di tengah dinamika sektor perbankan nasional. Sentimen positif juga didukung oleh membaiknya prospek industri perbankan pada awal 2026, seiring ekspektasi stabilitas suku bunga, kualitas aset yang terjaga, serta pertumbuhan kredit yang lebih selektif dan berkualitas.
Di tengah kondisi tersebut, bank bjb dinilai memiliki posisi strategis dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan prinsip kehati-hatian. Kepercayaan investor terhadap saham BJBR turut diperkuat oleh kebijakan dividen yang konsisten dan kompetitif.
Bank bjb tercatat sebagai salah satu emiten perbankan dengan komitmen tinggi terhadap pembagian dividen. Untuk tahun buku 2024, Perseroan membukukan Dividend Payout Ratio (DPR) sebesar 65,50 persen, menempatkannya dalam jajaran bank dengan rasio pembagian Dividen tertinggi di industri perbankan nasional.
Kebijakan Dividen tersebut mencerminkan kinerja laba yang solid sekaligus disiplin pengelolaan modal. Di tengah kebutuhan investasi untuk penguatan digital dan ekspansi bisnis, bank bjb tetap mampu menjaga keseimbangan antara reinvestasi dan distribusi keuntungan kepada pemegang saham.
Berdasarkan data perbandingan rasio Dividen perbankan nasional, bank bjb berada dalam kelompok bank yang membagikan dividen di atas 50 persen laba bersih, sejajar dengan sejumlah bank nasional berkapitalisasi besar.
Kepercayaan pasar terhadap kinerja bank bjb juga diperkuat oleh pengakuan lembaga pemeringkat. Perseroan memperoleh peringkat kredit National Long Term Rating AA-(idn) dengan outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia. Selain itu, Pefindo juga memberikan peringkat Corporate Rating idAA/Stable kepada bank bjb, yang mencerminkan ketahanan profil risiko dan kualitas manajemen Perseroan.
Di pasar modal, saham BJBR juga tercatat sebagai konstituen sejumlah indeks strategis, antara lain Indeks SRI-KEHATI, Infobank 15, dan IDX BUMN 20. Keikutsertaan dalam indeks-indeks tersebut meningkatkan visibilitas saham BJBR di kalangan investor institusional serta mendukung likuiditas perdagangan saham.
Momentum positif di awal 2026 ini turut memperkuat persepsi investor terhadap transformasi yang dijalankan bank bjb. Perseroan dipandang tidak hanya sebagai bank daerah, tetapi sebagai institusi keuangan nasional dengan fondasi bisnis yang kuat dan arah pertumbuhan yang jelas.
Dari sisi valuasi, saham BJBR masih dinilai relatif menarik dibandingkan nilai bukunya. Dengan karakteristik imbal hasil Dividen yang kompetitif dan stabilitas kinerja, saham bank bjb menawarkan potensi pertumbuhan jangka menengah yang menarik bagi investor berorientasi jangka panjang.
Fundamental tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang berkelanjutan. Bank bjb terus memperkuat basis pendanaan, menjaga kualitas kredit, serta meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi.
Selain itu, bank bjb secara konsisten mendorong transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan nasabah, baik pada segmen ritel, UMKM, maupun korporasi. Langkah ini dilakukan guna merespons perubahan perilaku nasabah yang semakin mengedepankan kemudahan dan kenyamanan layanan perbankan.
Ke depan, bank bjb akan terus memperkuat sinergi, mendorong inovasi, serta memperluas kolaborasi lintas segmen guna menangkap peluang pertumbuhan baru. Fokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya tetap menjadi prioritas Perseroan. ***

















