BANDUNG, journalbroadcast.co — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan merayakan akar kebudayaan Kota Bandung di tengah berbagai tantangan dan dinamika perkotaan.
Ajakan tersebut disampaikan Farhan di sela-sela Pagelaran Seni Wanda Sunda yang digelar di El Hotel Bandung, Sabtu (17/01/2026) malam.
Di tengah hiruk-pikuk persoalan kota, Farhan mengaku bersyukur karena tugas menjaga dan mengampu kebudayaan dapat terus dilanjutkan serta diperkuat oleh para senior, seniman, akademisi, dan pegiat budaya yang hadir.
“Dari hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih karena telah membantu menjaga warisan leluhur kita. Karya seni dan budaya yang indah ini selalu hadir dan terus menginspirasi,” ujar Farhan.
Menurutnya, peran akademisi memiliki kontribusi penting dalam perkembangan kebudayaan. Melalui dunia akademik, masyarakat dapat memahami akar sejarah, makna, serta arah masa depan sebuah karya seni dan ekspresi budaya.
Farhan juga merefleksikan perjalanan panjang Kota Bandung yang terus mengalami transformasi, mulai dari kota kosmopolitan pada awal abad ke-20, masa gejolak dan revolusi di pertengahan abad, hingga era kemapanan pada 1980 – 1990-an, sebelum kembali mengalami dinamika besar di abad ke-21.
“Yang menarik, setiap perubahan itu tidak pernah lepas dari akar budaya yang kuat. Bandung selalu memiliki nilai-nilai kebudayaan yang mengikat, bahkan bagi mereka yang tidak lahir di kota ini,” katanya.
Ia mengaku menjadi salah satu contoh pendatang yang kemudian terikat kuat dengan Bandung. Meski lahir di Bogor dan berasal dari latar belakang daerah berbeda, Farhan merasa akar budaya Bandung telah menyambut dan membentuk dirinya sejak menetap di kota ini pada 1975.
Dengan kepadatan penduduk mencapai sekitar 15 ribu jiwa per kilometer persegi, Farhan menilai Bandung telah tumbuh menjadi ekosistem pemikiran yang unik. Berbagai wilayah, mulai dari Bandung Utara, Selatan, Timur hingga kawasan barat, melahirkan karakter serta platform ekspresi budaya yang beragam melalui proses asimilasi yang kaya.
“Marilah kita rayakan malam ini sebagai perayaan akar warga Kota Bandung. Akar inilah yang akan terus tumbuh dan menjadi dasar kebudayaan Bandung yang khas dan berkarakter kuat hingga masa mendatang,” pungkasnya. *red





















