CIMAHI, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Pratama. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada ajang UHC Awards 2026 yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/01/2026).
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Kepala BPJS Kesehatan Kota Cimahi Cecep Heri Suhendar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hendra Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan Mulyati, serta jajaran terkait.
UHC Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Republik Indonesia bersama BPJS Kesehatan kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung perluasan perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada tahun ini, sebanyak 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten dan kota menerima penghargaan setelah berhasil mencapai cakupan kepesertaan JKN minimal 95 persen dari total penduduk di wilayah masing-masing.
Berdasarkan data Desember 2025, kepesertaan JKN di Kota Cimahi telah mencapai 98,25 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 81,53 persen. Capaian tersebut menempatkan Kota Cimahi sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung program strategis nasional di bidang kesehatan.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyampaikan bahwa capaian UHC merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga masyarakat.
“Alhamdulillah, Kota Cimahi kembali menerima Penghargaan Universal Health Coverage Awards Tahun 2026 Kategori Pratama. Namun kami menyadari, capaian ini bukan titik akhir. Masih banyak yang harus disempurnakan agar layanan kesehatan benar-benar merata, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Ngatiyana.
Ia mengungkapkan, hingga akhir 2025 jumlah penduduk Kota Cimahi yang telah terdaftar sebagai peserta JKN mencapai lebih dari 574 ribu jiwa atau sekitar 98 persen dari total penduduk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100.564 jiwa merupakan masyarakat yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Cimahi sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja, sehingga dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan.
Menurut Ngatiyana, UHC tidak semata-mata berfokus pada angka kepesertaan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang adil, bermutu, dan tanpa hambatan finansial, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Dengan status UHC, masyarakat Kota Cimahi dapat mengakses layanan kesehatan tanpa perlu khawatir terhadap biaya.
Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan UHC melalui penguatan pembiayaan kesehatan, peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan, serta pemutakhiran data kepesertaan secara berkala. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, di antaranya pembangunan Puskesmas Cibeureum, pengembangan Unit Pengelola Darah RSUD Cimahi, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), serta pengoperasian layanan puskesmas 24 jam.
Penghargaan UHC Awards 2026 Kategori Pratama ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi Kota Cimahi untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mendorong pencapaian kategori yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh. *red


















