BANDUNG, journalbroadcast.co — Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bencana, khususnya kebakaran permukiman dan kekeringan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, menyebutkan bahwa meski Kota Bandung relatif aman dari kebakaran hutan dan lahan, risiko kebakaran di lingkungan permukiman tetap perlu diantisipasi.
“Di beberapa daerah seperti Kalimantan, musim kemarau sering memicu kebakaran hutan. Namun di Kota Bandung relatif tidak ada karena kita tidak memiliki kawasan hutan yang luas,” ujarnya, Senin (16/03/2026).
Didi menjelaskan, kebakaran di kawasan permukiman memang tidak termasuk kategori bencana dalam regulasi kebencanaan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada, terutama terhadap potensi kebakaran akibat kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.
Selain kebakaran, potensi lain yang perlu diwaspadai adalah kekeringan yang dapat berdampak pada ketersediaan air bersih, terutama jika musim kemarau berlangsung panjang.
“Yang paling penting, masyarakat harus mulai menghemat penggunaan air agar tidak terjadi kekurangan, apalagi jika kemarau berlangsung lama,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam penggunaan instalasi listrik di rumah. Penggunaan colokan listrik secara berlebihan serta instalasi yang tidak aman menjadi salah satu penyebab kebakaran yang sering terjadi.
Selain itu, aktivitas memasak juga menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Banyak kasus kebakaran dipicu kelalaian, seperti meninggalkan dapur saat kompor masih menyala.
“Sering kali saat memasak, orang justru meninggalkan dapur, misalnya untuk menonton televisi atau bermain ponsel. Hal-hal seperti ini yang kerap memicu kebakaran,” ujarnya.
Didi menambahkan, dalam kajian kebencanaan, musim kemarau termasuk dalam kategori hidrometeorologi kering. Pada kondisi tertentu, vegetasi kering seperti ilalang dapat dengan mudah terbakar apabila terkena percikan api.
Meski risikonya relatif kecil di Kota Bandung, masyarakat – terutama yang tinggal di wilayah dengan area hijau atau vegetasi kering – tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Wilayah yang masih memiliki area hijau atau vegetasi kering, khususnya di bagian atas kota, perlu lebih waspada selama musim kemarau,” tuturnya. *red





















