BANDUNG, journalbroadcast.co — Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 9 Bandung menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di wilayah Kota dan Kabupaten Bandung.
Program bantuan ini dilakukan secara kolaboratif dengan menggandeng tiga mitra strategis, yakni Yayasan Triutama Haluan Bangsa di Kota Bandung, serta Pondok Pesantren Darussa’addah dan Pondok Pesantren Sa’adatuddaroin di Kabupaten Bandung.
Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan secara langsung.
RCEO BRI Region 9 Bandung, Dewi Hestiningrum, mengatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam menjalankan fungsi social value, selain perannya sebagai institusi keuangan.
“Kami di BRI Region 9 Bandung senantiasa berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan dukungan ekonomi. Melalui kerja sama dengan yayasan dan pondok pesantren ini, kami ingin memastikan bantuan sembako tersalurkan dengan cepat dan tepat kepada warga di pelosok Kabupaten maupun di titik-titik padat Kota Bandung,” ujar Dewi.
Penyaluran bantuan difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat prasejahtera, sehingga dapat meringankan beban ekonomi keluarga.
Keterlibatan Pondok Pesantren Darussa’addah dan Sa’adatuddaroin sebagai mitra distribusi di Kabupaten Bandung didasari pada peran pesantren sebagai pilar sosial yang memiliki kedekatan dengan masyarakat serta memahami kondisi warga di sekitarnya.
“Pesantren dan yayasan merupakan mitra strategis yang memahami dinamika masyarakat setempat. Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi warga untuk terus berdaya,” tambah Dewi.
Langkah ini sejalan dengan visi BRI untuk terus memberikan makna bagi Indonesia melalui program-program yang berdampak langsung terhadap penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat. ***



















