BANDUNG, journalbroadcast.co — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai persoalan drainase serta pemenuhan layanan dasar masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan Kota Bandung.
Menurut Farhan, pembangunan kota tidak selalu identik dengan proyek-proyek besar. Justru, pembenahan layanan dasar menjadi langkah awal yang paling berdampak dan langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Hal yang paling mendasar itu drainase, air bersih, persampahan, dan layanan-layanan dasar lainnya. Itu yang langsung dirasakan masyarakat,” ujar Farhan.
Ia mengungkapkan, persoalan drainase hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bandung. Kondisi geografis wilayah serta perubahan tata guna lahan yang terus berlangsung menjadi faktor yang memengaruhi sistem drainase di kota ini.
Karena itu, penanganan drainase membutuhkan perencanaan yang matang, terintegrasi, dan berkelanjutan, serta tidak dapat dilakukan secara parsial.
“Kalau drainase tidak dibenahi dengan baik, dampaknya ke mana-mana. Bukan hanya genangan atau banjir, tapi juga berpengaruh terhadap aktivitas warga dan kualitas lingkungan,” katanya.
Farhan juga mendorong konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan dasar, meski di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari anggaran hingga kompleksitas persoalan kota besar.
Ia menegaskan, Pemkot Bandung terus menyesuaikan kebijakan pembangunan agar lebih fokus pada kebutuhan riil masyarakat.
“Pembangunan itu harus menjawab masalah sehari-hari warga. Itu yang menjadi fokus kami,” tuturnya.
Dengan penguatan layanan dasar serta pembenahan infrastruktur seperti drainase, Farhan berharap kualitas hidup masyarakat Kota Bandung dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan. *red





















