BANDUNG, journalbroadcast.co — Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau langsung proses perapihan bekas galian proyek Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) di sejumlah ruas jalan Kota Bandung, Rabu ( 05/03/2026).
Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang menjadi jalur prioritas, di antaranya di sekitar Trans Studio Mall Bandung di Jalan Gatot Subroto, kawasan Ujung Karapitan, Jalan Asia Afrika, Jalan Banceuy, serta Jalan Otto Iskandardinata.
Dalam monitoring tersebut, Farhan memastikan proses penutupan dan perapihan bekas galian berjalan sesuai target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Bandung.
“Tadi kita melakukan monitoring. Sesuai target, tanggal 5 seharusnya sudah selesai. Tapi ternyata masih ada beberapa bagian yang penyelesaiannya belum rapi. Finishing-nya sudah, tapi kerapihannya belum,” ujar Farhan.
Ia menilai, selain kerapihan pekerjaan, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga masih perlu mendapat perhatian di beberapa titik.
“Masih ada beberapa titik yang menurut saya aspek K3-nya belum tertangani dengan baik. Karena itu, hari ini harus sudah diselesaikan,” katanya.
Farhan menyatakan, Pemerintah Kota Bandung akan terus melakukan pemantauan hingga malam hari agar proses perapihan dapat diselesaikan sesuai target.
“Sepanjang hari ini sampai malam kita akan terus monitoring. Besok, tanggal 6, kita lihat lagi titik-titik mana saja yang masih perlu dirapikan. Intinya dipastikan besok sudah rapi, karena hari ini kita kerjakan,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung membatasi sementara aktivitas pembangunan proyek IPT hingga 5 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas keluhan warga terkait kondisi jalan bekas galian yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Pembatasan dilakukan dengan ketentuan seluruh titik yang sudah digali wajib dirapikan terlebih dahulu agar tidak membahayakan masyarakat, terutama menjelang meningkatnya mobilitas warga saat perayaan Idulfitri. *red





















