CIMAHI, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota Cimahi (Pemkot) meresmikan Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Cibabat sebagai upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan daerah. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di lingkungan RSUD Cibabat, Rabu (31/12/2025).
Keberadaan UPD ini menjadi tonggak penting dalam menjamin ketersediaan darah yang cepat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pelayanan darah merupakan elemen krusial dalam sistem kesehatan, terutama untuk menekan angka kematian ibu, mempercepat penanganan pasien gawat darurat, serta mendukung berbagai tindakan medis kritis.
Sebagai rumah sakit rujukan regional di Jawa Barat, RSUD Cibabat memiliki peran strategis tidak hanya bagi warga Kota Cimahi, tetapi juga bagi masyarakat dari daerah sekitar. Saat ini, UPD RSUD Cibabat telah beroperasi dan menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 rumah sakit lain.
Keberadaan unit ini terbukti mampu menopang ketersediaan darah, khususnya ketika unit transfusi darah di daerah lain mengalami keterbatasan stok. Meski demikian, tingginya kebutuhan darah, keterbatasan sarana prasarana, serta perkembangan teknologi pengolahan darah menjadi tantangan tersendiri yang menuntut peningkatan kapasitas layanan.
Pembangunan gedung UPD baru menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kelas UPD RSUD Cibabat dari pratama menjadi madya. Pembangunan dimulai pada 24 Juli 2025 dan rampung pada 20 Desember 2025, dengan luas bangunan sekitar 600 meter persegi.
Gedung baru ini dirancang untuk mendukung proses pengolahan darah yang lebih modern, higienis, dan berstandar tinggi. Dengan fasilitas tersebut, UPD RSUD Cibabat diharapkan mampu menghasilkan produk darah yang lebih beragam, aman, serta dapat didistribusikan secara lebih cepat kepada pasien, baik di internal rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lain di wilayah Cimahi dan sekitarnya.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pembangunan UPD RSUD Cibabat merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima dan menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Tujuan utama pembangunan UPD ini adalah menyelamatkan nyawa. Dulu, kebutuhan darah masyarakat Cimahi sering harus dipenuhi ke luar daerah, yang memakan waktu dan berisiko bagi pasien. Kini, pengolahan darah dapat dilakukan langsung di Cimahi,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana menambahkan, potensi pendonor darah di Kota Cimahi sangat besar. Pemerintah daerah akan mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri, untuk menjadwalkan kegiatan donor darah secara terkoordinasi guna menjaga ketersediaan stok darah di UPD RSUD Cibabat.
Melalui peresmian UPD ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap pelayanan darah semakin cepat, merata, dan berkualitas, sekaligus memperkuat ketahanan layanan kesehatan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. *red





















