BANDUNG, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota Bandung mulai menjalankan penataan infrastruktur secara bertahap dengan fokus pada perbaikan jalan, trotoar, dan drainase di sejumlah titik.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Rizky Kusrulyadi, mengatakan saat ini terdapat 10 ruas jalan yang masuk tahap awal perbaikan.
“Untuk kondisi terkini, kami sudah bersiap melaksanakan perbaikan di 10 ruas jalan. Dalam satu paket pekerjaan, bisa terdiri dari beberapa ruas yang saling terhubung,” ujarnya.
Menurut Rizky, penanganan ruas jalan tersebut mengacu pada arahan Wali Kota Bandung, khususnya untuk mendukung kawasan yang menjadi pusat aktivitas perekonomian, wisata, dan pendidikan.
Salah satu ruas yang telah selesai dikerjakan yakni Jalan Sunda. Sementara sejumlah ruas lain yang masuk dalam penanganan antara lain Jalan Tamansari, Jalan Sulanjana, Jalan Wastukencana, Jalan Gunung Batu, Jalan Sukaraja, kawasan Astanaanyar, serta beberapa lokasi lainnya.
Rizky menjelaskan, target penyelesaian pekerjaan dalam satu kontrak berkisar tiga bulan. Namun, beberapa pekerjaan disebut telah selesai lebih cepat dari waktu yang ditentukan.
“Targetnya sekitar tiga bulan, tetapi ada beberapa yang sudah selesai sebelum masa kontrak berakhir,” katanya.
Ia menambahkan, pekerjaan tersebut merupakan tahap awal dan Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan tahapan lanjutan.
Untuk tahap kedua, saat ini sedang dilakukan persiapan dokumen pengadaan. Sementara tahap ketiga masih dalam proses finalisasi perencanaan sebagai bagian dari kelengkapan dokumen.
Selain perbaikan jalan, penataan juga akan menyasar trotoar. Dalam waktu dekat, DSDABM Kota Bandung merencanakan perbaikan di 11 ruas trotoar dengan catatan proses pengadaan berjalan lancar.
Beberapa kawasan yang menjadi prioritas antara lain Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Merdeka, Jalan LLRE Martadinata, Jalan Braga, hingga Jalan Asia Afrika.
“Perbaikan trotoar bisa berupa perbaikan kondisi fisik maupun kelengkapan, terutama pada titik-titik yang saat ini penataannya masih kurang baik,” jelas Rizky.
Di sisi lain, penanganan drainase juga terus dilakukan meski sifatnya lebih tersebar. Hal tersebut karena banyak kegiatan drainase berasal dari usulan masyarakat melalui reses dan Musrenbang, serta program prioritas kewilayahan.
Melalui penataan bertahap ini, Pemerintah Kota Bandung berharap kualitas infrastruktur perkotaan semakin baik sekaligus mendukung kenyamanan dan mobilitas masyarakat. *red





















