BANDUNG, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan, termasuk pesepeda dan pejalan kaki.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat menghadiri kegiatan Gerakan Nyapedah Nyakola di Balai Kota Bandung, Sabtu (05/09/2026).
Farhan mengatakan, Pemkot Bandung terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat untuk meningkatkan kualitas fasilitas serta layanan perkotaan, khususnya terkait kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, pembangunan jalan di Kota Bandung pada dasarnya harus mampu memberikan kemudahan bagi kendaraan bermotor. Namun, kebutuhan tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya perhatian dalam pembangunan infrastruktur jalan.
“Jalan di Kota Bandung memberikan kemudahan bagi kendaraan bermotor, tapi itu basic. Jalan kemudian harus ramah pesepeda dan pejalan kaki. Yang tertinggi itu disabilitas,” kata Farhan.
Ia menuturkan, Pemkot Bandung terus berupaya menghadirkan infrastruktur jalan yang dapat digunakan secara aman dan nyaman oleh berbagai kelompok masyarakat.
“Sekarang ini Pemkot Bandung mampu bikin jalan yang ramah, baik untuk penggunaan kendaraan bermotor. Karena saya pengguna sepeda, saya tahu betul banyak tantangannya,” ujarnya.
Farhan juga mengajak komunitas dan masyarakat untuk terus menyampaikan kritik serta masukan kepada pemerintah. Menurutnya, partisipasi masyarakat diperlukan agar pembangunan fasilitas publik benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna di lapangan.
“Suarakan terus kritik dan jaga keselamatan,” pesannya.
Bandung Siap Sambut Jambore Pesepeda Lipat Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Farhan menyampaikan bahwa Kota Bandung tengah bersiap menjadi tuan rumah Jambore Pesepeda Lipat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Ia berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota yang nyaman dan menyenangkan bagi pesepeda.
“Desember Jambore Pesepeda Lipat Nasional. Kita jadi ibu kota kumpulnya dari seluruh Indonesia. Kota paling menyenangkan para pesepeda,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta Gerakan Nyapedah Nyakola, Uwin, siswa SMK 12 Bandung, mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pesepeda ketika beraktivitas di jalan raya.
Menurutnya, kemacetan menjadi salah satu hambatan. Selain itu, jalur sepeda juga terkadang digunakan sebagai area parkir kendaraan.
“Beberapa hambatannya jalannya macet. Tiba-tiba ada parkiran, jalur sepedanya dipakai,” ungkap Uwin.
Di tempat yang sama, Ketua Bike to Work Bandung, Andi Muhammad, mengatakan Gerakan Nyapedah Nyakola menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan sepeda.
Menurutnya, kegiatan bersepeda secara bersama-sama tidak hanya dapat meningkatkan minat bersepeda, tetapi juga memberikan rasa aman sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai keselamatan dan perawatan sepeda.
“Kita ingin meningkatkan minat sepeda, kita ingin meramaikan. Kemudian barengan sehingga ada keamanan,” ujar Andi.
Andi menambahkan, kegiatan tersebut direncanakan digelar secara rutin satu bulan sekali, khususnya pada hari Sabtu. Selain bersepeda bersama, kegiatan juga akan diisi dengan sosialisasi mengenai keselamatan bersepeda, perawatan sepeda, serta berbagai informasi yang dibutuhkan para pesepeda.
“Rencananya sebulan sekali. Akhirnya ada sosialisasi untuk perawatan sepeda, keselamatan, dan lain-lain. Di hari Sabtu sebulan sekali,” katanya.
Melalui Gerakan Nyapedah Nyakola, Pemkot Bandung bersama komunitas pesepeda berharap budaya bersepeda semakin berkembang. Di sisi lain, aspek keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan diharapkan terus menjadi perhatian dalam pembangunan Kota Bandung. *red





















