journalbroadcast.co, Jakarta | Film Empat Musim Pertiwi karya sutradara sekaligus penulis Kamila Andini resmi terpilih sebagai perwakilan Indonesia untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.
Film produksi Forka Films tersebut dinilai menjadi salah satu karya Indonesia yang semakin memperkuat posisi sinema nasional di panggung internasional. Sebelum resmi tayang di bioskop Indonesia, Empat Musim Pertiwi telah mengikuti sejumlah festival film internasional.
Film ini sebelumnya hadir dalam Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 melalui program Centrepiece, Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dalam program A Window on Asian Cinema, serta CROSSCUT ASIA+ di Tokyo International Film Festival 2026.
Empat Musim Pertiwi mengisahkan Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halaman setelah dua dekade. Kepulangannya mempertemukan kembali dirinya dengan luka, penolakan, dan masa lalu yang membentuk kehidupannya.
Cerita tersebut kemudian membawa Pertiwi pada proses pemulihan, keberanian menghadapi kenyataan, serta upaya menemukan kembali makna rumah, keluarga, dan kedamaian.
Perjalanan film ini juga mendapat dukungan Oriflame Indonesia. Vice President & General Manager Oriflame Indonesia, Fredrik Nilsson, mengatakan dukungan tersebut berangkat dari nilai pemberdayaan perempuan, ketangguhan, dan kekuatan komunitas.
“Film ini mengingatkan kita bahwa perempuan memiliki daya untuk bertahan, pulih, dan kembali menemukan cahayanya, bahkan setelah melalui masa-masa sulit. Bagi Oriflame, inilah makna beauty yang lebih dalam: keberanian, kepercayaan diri, dan kekuatan untuk menjadi diri sendiri,” kata Fredrik.
Selain festival internasional, Empat Musim Pertiwi mendapat nominasi Best Cinematography dalam Asia Pacific Screen Awards (APSA) 2026 untuk sinematografer Batara Goempar.
Kamila Andini juga terpilih dalam program Women in Cinema Spotlight oleh Red Sea Film Foundation di Cannes Film Festival 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari perjalanan film dan sineas perempuan Indonesia di panggung internasional.
Kamila mengatakan respons penonton dari berbagai negara menunjukkan bahwa cerita perempuan Indonesia dapat diterima secara universal.
“Setiap kali film ini diputar di negara lain, saya melihat penonton mengenali dirinya dalam Pertiwi. Itu mengingatkan saya bahwa cerita perempuan Indonesia tidak pernah terlalu kecil untuk panggung mana pun,” ujar Kamila.





















