Bandung, JB -||- Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Ir. H. Agus Gunawan menghadiri kegiatan Hari Bakti Pekerjaan Umum Ke-77, yang dirangkaikan dengan Peresmian Rumah Pompa dan Landscape Kolam Retensi Rancabolang, di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Rabu, (14/12/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Agus mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bandung, melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) yang mewujudkan salah satu upaya penanggulangan dan pencegahan dari salah satu masalah Kota Bandung yaitu, banjir di Gedebage, dengan hadirnya infrastruktur rumah pompa tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dengan dibangunnya rumah pompa dan kolam retensi di wilayah Rancabolang ini. Dengan hadirnya infrastruktur ini, diharapkan mampu dapat mengurangi tingkat banjir di wilayah Gedebage dan sekitarnya, yang kerap terjadi saat hujan,” ujarnya.
Apalagi dengan hadirnya rumah pompa yang terdiri dari tiga mesin pompa, serta genset bertenaga 60 KVA yang mampu mengalirkan 350 kubik debit air per jam di wilayah Rancabolang, bukan hanya mampu mengurangi tingkat banjir. Sarana ini mencegah terjadinya banjir wilayah tersebut yang kerap masuk ke permukiman warga.
Ia pun mendorong pembangunan rumah pompa dan kolam retensi agar semakin diperbanyak di Kota Bandung. Sebab, titik wilayah banjir, bukan hanya di kawasan Gedebage, namun juga di beberapa wilayah lainnya.
“Oleh karena itu, kalau ada ketersediaan lahan, kami mendorong agar Pemkot Bandung dapat memperbanyak keberadaan rumah pompa dan kolam renang seperti ini di titik kawasan lainnya,” ucapnya.
Agus pun menjelaskan, sepanjang tahun 2022, Pemerintah Kota Bandung telah membangun tiga rumah pompa. Di antaranya berada di wilayah Rancabolang, dan dua lainnya berada di Cingised dan Citarip yang telah memasuki tahap finalisasi dan akan segera berfungsi.
Diharapkan pada tahun 2023, rumah pompa pun segera dibangun di wilayah Cibaduyut dan Pasirkoja, yang merupakan dua titik langganan banjir di Kota Bandung setiap kali musim hujan tiba.
“Kami mendorong dan sangat setuju sekali agar rumah pompa ini diperbanyak. Kalau terkait anggaran, nanti kami di DPRD Kota Bandung usahakan, yang penting fungsi dan manfaat besar dapat dirasakan bagi masyarakat Kota Bandung. Intinya kami setuju untuk diperbanyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan banjir di Kota Bandung, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, namun juga dibutuhkan partisipasi masyarakat. Di antaranya dengan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, yang akan berpotensi terjadi penyumbatan saluran air, dan mengakibatkan banjir.
“Seperti yang disampaikan oleh Pak Wali Kota tadi, bahwa pencegahan banjir, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus ada koordinasi dengan seluruh unsur masyarakat, baik itu aparat kewilayahan, termasuk masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu semakin gencar dalam mengedukasi masyarakat untuk jangan lagi buang sampah sembarang, apalagi ke sungai,” ucapnya
“Apalagi kita sudah memiliki program Kang Pisman dan lainnya, yang tinggal dilaksanakan seoptimal mungkin. Dengan kolaborasi program dan ketersediaan infrastruktur pencegahan banjir ini. Mudah-mudahan banjir di Kota Bandung dapat semakin berkurang,” katanya. *red