Bandung, JB — Tanggal 1 Juli dikenal dengan lahirnya Polri, tepat tanggal 1 Juli 2022, Polri memasuki usia yang ke 76 tahun. Sejarah mencatat bahwa Polri lahir pada tanggal 1 Juli 1946 Situasi saat itu masih dalam situasi Revolusi Fisik, karena terjadinya agresi Belanda ke 2 (dua), ke wilayah Indonesia dengan mendompleng ke pasukan sekutu.
Sebenarnya cikal bakal polisi atau Bhayangkara, lahir sejak berdirinya negara Majapahit dengan Maha Patih Gajahmada, telik sandi adalah Bhayangkara negara yang cukup dikenal dengan kecakapannya, sehingga Majapahit selalu memenangkan peperangan dan Kerajaan Majapahit menguasai Nusantara.
Bhayangkara atau Polisi adalah Aparatur Negara yang memiliki kewajiban, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, di dalam negeri (Tribrata Com).
Dalam menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun Polri yang ke 76, Polri melakukan berbagai kegiatan seperti bakti sosial, lomba kreasi dan seni, pembuatan film pendek berdurasi 5 (lima) menit, berisi Pelayanan Polri di nomor 110, juga ada lomba menulis surat ke Kapolri, perlombaan menembak antara satuan didalam Polri dan media.
Kapolri Jenderal Polisi Drs.Listyo Sigit Prabowo.MSi. dengan Rood maafnya Presisi Polri yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparan. Dimana makna yang terkandung adalah terintegrasinya berbagai pelayanan yang dilakukan Polri kepada masyarakat, Baik penegakan hukum, maupun pelayanan publik, seperti pelayanan SIM, SKCK maupun pengaduan masyarakat jika merasa ada tindakan yang dirasakan merugikan masyarakat, dapat langsung membuka email Humas Polri, di komputer yang menampung dan menerima berbagai laporan, pengaduan dan berbagai hal yang dirasakan merugikan publik, baik melalui Polda maupun langsung di Mabes dan, Polri akan merespon cepat.
Kemudian sebagai bentuk tanggung jawab Prosisi Polri, dalam Rekrutmen (Penerimaan) anggota Polri, saat ini dilakukan terbuka, dan dapat diakses penuh oleh masyarakat yang dapat langsung mengikuti selama proses pendaftaran sampai akhir pengumuman, diterima atau tidak, Anak, Saudara, Keponakan ingin menjadi anggota Polri.
Tentunya ini dilakukan oleh Polri, dalam mengapresiasi sinyalemen dan keluhan masyarakat, yang merasa bahwa dalam, rekrutmen Polri, masih syarat dengan berbagai praktek Suap, Percaloan, surat Sakti, katebelece dan lainnya.
Jelang Pemilu
Tahun 2024, akan berlangsung pemilu Legislatif, Presiden dan Wakil Presiden, tentunya polisi sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, dan kita percaya kepada Polri, berbekal pengalaman keberhasilan 2 (dua) kali menghantar masyarakat, bangsa dan negara dalam suasana Negara Demokratis sampai saat ini.
Situasi Relatif aman dan tertib . Walaupun tahun 2019, Indonesia didera dan dihantui wabah Covid 19, yang telah melemahkan berbagai sektor seperti, ekonomi, industri, perdagangan, kesehatan, Pariwisata, Pendidikan, Kebudayaan.
Dan ditengah situasi Covid 19, masih terjadi perbuatan tidak terpuji seperti, Korupsi, Gravitasi, Pungli, termasuk peristiwa yang menyesakkan dada.
Dengan hilang minyak goreng dilapangan/dipasaran, salah satu bahan pokok yang diperlukan masyarakat luas, bukan tanpa usaha Pemerintah telah bekerja, untuk menghilangkam korupsi dan Manipulasi, namun sepertinya masih banyak oknum yang bergentayangan melakukan korupsi dan sejenisnya.
Untuk memperkaya dirinya sendiri, tanpa memikirkan kepentingan masyarakat luas. Sejatinya Polri adalah pelindung, Pengayom, Pelayan dan Penegak Hukum, harapan publik benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu, Katakan salah jika salah, katakan benar jika benar. Polri bukan alat penguasa, tapi marwahnya, polisi milik masyarakat.
Presisi Polri
Presisi Polri, yang digulirkan oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs.Listyo Sigit Prabowo.MSi, harus membumi jangan hanya sensasi sesaat, Kita bersyukur sampai saat ini situasi kamtibmas, di dalam negeri masih tetap kondusif tentunya ini bukan diperoleh tanpa usaha.
Polri telah bekerja keras untuk mencapai cita-cita mulia, menciptakan aman dan tentram, melalui kerjasama dengan unsur terkait lainnya, TNI, pemerintah, komponen masyarakat, stakeholder dan pengambil kebijakan lainnya agar tetap solid, nantinya akan berbuah manis bagi keberhasilan Polri.
Dalam menjamin rasa aman dan tentram dimasyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 13 UU No.2 Tahun 2002,tentang Kepolisian Negara, Tribrata dan Catur Prasetya. Sejak kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo MSi, Berdasarkan survei Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, menyampaikan hasil survei pada tahun 2021, tingkat kepuasaan pelayanan Polri kepada masyarakat mencapai 80.2%, sebelumnya tahun 2021, tingkat kepuasaan hanya mencapai 72%.
Diyakini bahwa sebelum kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs.Listyo Sigit Prabowo. MSi, para pendahulunya seperti Jenderal Polisi DR.Mohammad Tito Karniavan dan Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, telah menanamkan prinsip dasar, agar Polri clean governance dan good governance.
Beberapa prestasi yang pernah diukir oleh Polri, dan diakui dunia adalah, pengungkapan kasus terorisme, dan mengamankan proses pemilu Legislatif, pemilu Presiden dan wakil Presiden, tahun 2014 sampai 2019.
Di usia yang ke 76, publik pun berharap di internal Polri pun, tidak keropos artinya, pengembangan karir, promosi jabatan tidak berjalan semu, dengan menjauhkan hal-hal negatif. Seperti upeti, surat sakti, balas budi dan lainnya. Dirgahayu Polri semoga tetap Jaya.
Penulis, pemerhati polisi. sosial dan budaya.
H. Jaenudin