BANDUNG, journabroadcast.co — Kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, kembali menjadi forum strategis untuk menginventarisasi berbagai persoalan kewilayahan, khususnya di kawasan yang didominasi oleh kompleks perumahan.
Dalam dialog bersama unsur kewilayahan, mencuat sejumlah persoalan mendasar yang hingga kini masih menjadi keluhan warga. Permasalahan drainase dan sempadan sungai menjadi isu utama yang paling banyak disoroti karena kerap memicu banjir dan genangan air, terutama saat intensitas hujan meningkat.
“Wilayah ini memang sebagian besar berupa kompleks perumahan. Masalah utamanya tetap soal drainase dan sempadan sungai yang menimbulkan keluhan banjir dan genangan,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat berdialog dengan warga di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Selasa (06/01/2026).
Selain persoalan drainase, warga juga menyoroti kabel udara (kabel langit), penataan pepohonan, serta Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dinilai belum tertata secara merata, khususnya di dalam kawasan perumahan.
“PJU memang belum merata. Di beberapa titik, jarak antar lampu terlalu jauh. Besok akan dipastikan langsung melalui survei lapangan,” kata Farhan.
Sebagian besar persoalan PJU berada di dalam kompleks perumahan yang sebagian telah berstatus PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum). Namun demikian, masih terdapat satu kawasan yang proses penyerahan PSU-nya belum rampung, yakni Kompleks Sari Mas RW 17, yang tercatat sebagai satu-satunya kompleks lama di wilayah tersebut yang belum menyelesaikan proses penyerahan kepada pemerintah daerah.
Melalui kegiatan Siskamling Siaga Bencana ini, Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk menjadikan forum kewilayahan sebagai ruang konsolidasi persoalan perkotaan, mulai dari infrastruktur dasar, tata kelola lingkungan, hingga isu strategis lintas sektor.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi dialog lanjutan bersama peserta berikutnya, menandai kesinambungan upaya pemerintah dalam menyerap aspirasi warga serta memastikan setiap persoalan wilayah dapat ditindaklanjuti secara terukur dan bertahap. *red





















