KAB. BANDUNG || journalbroadcat.co — Dari beberapa sumber diperoleh keterangan, berdasarkan data awal tahun 2026, cuaca ekstrem yang ditandai dengan intensitas hujan tinggi dan perubahan iklim telah memicu peningkatan kasus diare di beberapa wilayah Indonesia.
Seperti Kota Bengkulu: Tercatat 561 kasus diare sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 158 kasus di antaranya menyerang anak usia di bawah lima tahun (balita), menjadikannya kelompok paling rentan.
Kotawaringin Timur (Kotim), pada pekan pertama Januari 2026, dilaporkan 96 kasus diare, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (69 kasus), yang dipicu oleh perubahan cuaca kering dan keterbatasan air bersih.
Sementara Tren Nasional menyebutkanlaporan surveilans menunjukkan adanya potensi lonjakan penyakit infeksi, termasuk diare, yang berkaitan dengan cuaca ekstrem pada awal tahun 2026.
Informasi lainnya menyebutkan, perubahan cuaca ekstrem (panas/hujan) meningkatkan risiko diare melalui kontaminasi sumber air dan makanan, serta perkembangbiakan bakteri yang lebih cepat. Banjir saat musim hujan merusak sanitasi, sementara suhu panas mempercepat pembusukan makanan. Kuman penyebab diare lebih mudah menyebar pada kondisi ini.
Lalu apa saja penyebabnya diare, diantaranya:
1. Musim Hujan & Banjir: Curah hujan tinggi/banjir mencemari sumber air bersih, merusak sistem sanitasi, dan menyebarkan bakteri seperti E. coli atau Salmonella.
2. Musim Panas: Suhu tinggi mempercepat pertumbuhan mikroorganisme pada makanan dan minuman, meningkatkan risiko keracunan makanan penyebab diare.
3. Musim Pancaroba: Perubahan suhu yang tidak menentu menurunkan daya tahan tubuh, memudahkan infeksi virus atau bakteri.
4. Dampak Langsung pada Usus: Suhu udara yang panas dapat memengaruhi mikrobiota usus dan meningkatkan permeabilitas usus, yang memicu gangguan pencernaan.
Untuk Tips Pencegahan Diare saat Perubahan Cuaca:
– Pastikan air minum aman: Rebus air hingga mendidih sempurna.
-Menjaga kebersihan makanan: Cuci buah/sayur, dan hindari makanan yang dibiarkan terbuka.
– Cuci tangan: Gunakan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
– Menjaga imun tubuh: Istirahat cukup, makanan bergizi, dan konsumsi probiotik.***





















