Cimahi, Journalbroadcast.co – IKIP Siliwangi kembali menyambut mahasiswa baru melalui kegiatan SATRIA (Student Activities to Reach Intellectual Achievement) 2026.
Kegiatan pengenalan kehidupan kampus tersebut dirancang dengan pendekatan humanis, edukatif, dan berbasis karakter.
SATRIA 2026 menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, sivitas akademika, kehidupan kemahasiswaan, sekaligus memahami nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas IKIP Siliwangi.
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Pedoman Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Karena itu, muatan materi maupun standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan disesuaikan dengan ketentuan PKKMB.
Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari upaya IKIP Siliwangi memastikan pengenalan kampus berlangsung dalam koridor pendidikan, pembentukan karakter, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi mahasiswa baru.
SATRIA 2026 kali ini diikuti sekitar 600 mahasiswa baru S1 kelas reguler IKIP Siliwangi. Sementara itu, mahasiswa baru kelas nonreguler akan mengikuti rangkaian pengenalan kampus pada waktu yang telah dipersiapkan.
Hingga saat ini, mahasiswa baru nonreguler yang telah terdata mencapai hampir 500 orang. Dengan demikian, keseluruhan rangkaian SATRIA 2026 diproyeksikan menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa baru dari berbagai kelas dan jalur perkuliahan.
Seluruh mahasiswa baru tersebut nantinya akan dikukuhkan sebagai mahasiswa IKIP Siliwangi pada awal September 2026.
Berbeda dengan pola pengenalan kampus yang identik dengan tekanan atau kegiatan berlebihan, SATRIA 2026 dikemas dalam suasana edukatif dan kekeluargaan.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Setelah rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa baru dipulangkan.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari komitmen IKIP Siliwangi untuk memberikan pengalaman awal yang positif kepada mahasiswa ketika memasuki lingkungan perguruan tinggi.
Rektor IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd., menegaskan pentingnya membangun pengalaman pertama yang baik bagi mahasiswa baru.
“Ketika mahasiswa pertama kali datang ke kampus, yang ingin kita bangun bukan rasa takut, tetapi rasa memiliki. Mereka perlu mengenal kampus sebagai tempat untuk belajar, berkembang, dan membangun masa depan. Karena itu, pendekatan yang humanis, ramah, dan mendidik menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.
Salah satu materi penting dalam SATRIA 2026 adalah Bela Negara. Materi tersebut diberikan sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa IKIP Siliwangi.
Melalui materi tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kesadaran mengenai tanggung jawab sebagai generasi muda, warga negara, dan insan akademik.
Selain materi Bela Negara, mahasiswa baru juga mendapatkan berbagai materi mengenai kehidupan akademik, kemahasiswaan, organisasi, kebangsaan, serta peran mahasiswa di tengah masyarakat.
Narasumber yang dihadirkan berasal dari internal maupun eksternal kampus. Kehadiran berbagai narasumber tersebut diharapkan memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan perguruan tinggi.
Konsep SATRIA 2026 sebelumnya telah diarahkan kepada panitia oleh Prof. Dr. Wahyu Hidayat, M.Pd. selaku pengarah kegiatan.
Sejak tahap persiapan, panitia mendapatkan pemahaman mengenai konsep, tujuan, dan karakter kegiatan agar pelaksanaan SATRIA tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.
“SATRIA harus menjadi pintu masuk yang baik bagi mahasiswa untuk mengenal dunia perguruan tinggi. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada kampus secara fisik, tetapi juga perlu memahami bagaimana menjadi mahasiswa yang memiliki karakter, tanggung jawab, kemampuan berorganisasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya,” demikian arahan Prof. Wahyu dalam proses persiapan kegiatan.
Menurutnya, kegiatan pengenalan kampus harus dirancang secara edukatif, humanis, dan mampu memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa baru.
Melalui SATRIA 2026, IKIP Siliwangi berupaya memperkenalkan kehidupan kampus tanpa menghilangkan substansi pendidikan dan pembentukan karakter.
Dengan mengacu pada pedoman PKKMB Kemdiktisaintek, menyesuaikan materi dan SOP kegiatan, serta menghadirkan narasumber internal dan eksternal, SATRIA diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal, memahami, dan tumbuh bersama IKIP Siliwangi.



















