BANDUNG, journalbroadcast.co — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menerapkan strategi pengelolaan sampah secara menyeluruh selama periode Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas pengolahan sampah sekaligus mendorong pengurangan sampah dari sumber.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menyampaikan sebanyak 19 fasilitas pengolahan sampah tetap dioperasikan hingga menjelang hari H Lebaran.
“Fasilitas pengolahan masih berjalan normal dan hanya berhenti sementara pada hari H,” ujarnya.
Optimalisasi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang saat ini mengalami pembatasan ritasi.
Selain itu, DLH menargetkan seluruh Tempat Penampungan Sementara (TPS) dalam kondisi kosong pada malam takbiran.
Untuk mendukung target tersebut, masyarakat diimbau tidak membuang sampah ke TPS mulai hari H hingga H+2 Lebaran.
“Kami telah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri selama periode tersebut,” jelasnya.
DLH juga memberi perhatian khusus pada kawasan pasar yang biasanya mengalami lonjakan aktivitas menjelang Lebaran. Pengelola pasar diminta melakukan pemilahan dan pengolahan sampah secara mandiri.
Meski demikian, DLH tetap menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi kelebihan kapasitas sampah.
“Jika terjadi overflow, kami akan turun membantu pengangkutan. Namun, pengelolaan di sumber tetap menjadi prioritas,” katanya.
Melalui langkah ini, DLH berharap pengelolaan sampah selama Idulfitri dapat berjalan lebih efektif sekaligus menjaga kebersihan Kota Bandung di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat. *red





















