TAPANULI TENGAH, journalbroadcast.co — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa kerja keras merupakan satu-satunya jalan dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Menurutnya, terlalu larut dalam kesedihan justru akan menghambat proses kebangkitan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Kasad saat meninjau langsung pengerjaan jembatan putus yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (09/01/2026).
“Kita tidak punya pilihan selain kerja keras. Kalau terlalu larut dalam kesedihan, itu justru menambah beban. Fokus saja pada apa yang bisa kita kerjakan hari ini. Kita dukung dan ajak masyarakat untuk bergerak, agar harapan bisa tumbuh kembali,” tegas Kasad.
Kunjungan tersebut menjadi bukti komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascabencana, khususnya akses transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menggerakkan roda perekonomian. Sehari sebelumnya, Kamis (08/01/2026), Kasad juga meresmikan jembatan Bailey di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Di Tapanuli Tengah, Kasad didampingi Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso, Dandim 0211/Tapanuli Tengah Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, serta Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
Kasad menegaskan, pembangunan jembatan-jembatan yang selama ini terabaikan akan menjadi prioritas, sejalan dengan perhatian Presiden RI terhadap persoalan jembatan putus yang kerap menjadi hambatan utama mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Selain meninjau pembangunan jembatan, Kasad juga mengunjungi sejumlah fasilitas pendidikan terdampak bencana, yakni SDN 152981 A, SDN 152982 B, serta SD Darurat di Desa Hutanabolon. Dalam kunjungan tersebut, Kasad menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, dan kebutuhan pendukung belajar lainnya kepada para siswa.
Kasad beserta rombongan juga menyambangi posko pengungsian warga korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Hutanabolon. Ia menekankan pentingnya penyediaan air bersih, terutama untuk lingkungan sekolah.
“Air bersih di sekolah harus tersedia. Ini momentum untuk menyusun perencanaan yang benar-benar matang. Kalau data tidak akurat, hasilnya bisa berantakan. Mulai dari jumlah jembatan hingga kebutuhan air bersih harus disiapkan dengan baik agar daerah ini bangkit sebagai wilayah yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada Mabes TNI AD, khususnya Kasad, atas perhatian dan bantuan nyata bagi masyarakat Tapteng.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kasad yang telah membawa jembatan Armco ke daerah kami. Ini sangat membantu membuka kembali akses masyarakat,” kata Masinton.
Kunjungan Kasad ini diharapkan menjadi dorongan kuat bagi percepatan pemulihan infrastruktur di Tapanuli Tengah, sekaligus menumbuhkan optimisme bahwa wilayah terdampak bencana mampu bangkit lebih kuat, aman, dan berkelanjutan. *red





















