journalbroadcast.co, Jakarta | Perayaan ulang tahun Murniati di Kamari Dapur Sulawesi, Jakarta Selatan, Rabu (1/7), menjadi momen bagi Paramitha Rusady dan Rizal Gibran untuk menyampaikan apresiasi terhadap sosok Murniati yang dinilai memiliki semangat juang tinggi serta konsisten mendukung kegiatan seni dan budaya.
Paramitha mengatakan persahabatan yang terjalin di antara mereka dibangun atas kesamaan tujuan, bukan sekadar hubungan pekerjaan.
“Kadang-kadang menemukan teman itu sulit sekali. Yang bisa punya satu frekuensi dengan tujuan yang sama. Kita sama tujuannya, ayo kita jalan bareng. Jadi ini pertemanan, sahabat rasa saudara,” ujar Paramitha.
Ia juga menilai Murniati mampu menjadikan setiap kegiatan memiliki makna.
“Setiap pertemuan dia pasti mengadakan acara yang bermakna. Bukan sekadar duduk, ngobrol atau tertawa, tetapi ada sesuatu yang dihasilkan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Rizal Gibran menggambarkan Murni sebagai sosok pejuang yang tidak mudah menyerah.
“Beliau itu fighter. Kalau ibaratnya ditembak, bangkit lagi. Ada kendala-kendala, tetapi semangatnya tetap luar biasa untuk mengembangkan seni budaya Indonesia,” kata Rizal.
Rizal berharap semangat tersebut dapat ditularkan kepada generasi muda dan membawa kegiatan seni budaya Indonesia menjangkau lebih banyak daerah.
Di akhir wawancara, Paramitha menilai kepercayaan menjadi modal utama dalam membangun hubungan dan menyelenggarakan berbagai kegiatan.
“Yang paling penting di dunia ini adalah kepercayaan. Sekali itu hilang, selesai semua. Murni salah satu orang yang mampu menjaga kepercayaan itu,” kata Paramitha.





















