Pemkab Kab Bandung Belum Memperbaiki Jembatan Citarum Lama dari Tahun 2021 sampai Sekarang

0
50

Kab. Bandung, JB —  Setelah mengalami retakan yang cukup parah jembatan lama perbatasan Dayeuhkolot – Baleendah, sampai saat ini belum diperbaiki oleh pihak Pemerintan Kab Bandung. Padahal jembatan  tersebut merupakan jalur jembatan  yang menghubungkan antara Baleendah dan Dayeuhkolot tembus ke Kota Bandung.

Sudah hampir 1 tahun lebih jembatan lama Citarum, ketika terjadi retak,  tepatnya tanggal 10 Agustus 2021, sampai saat ini, belum ada tanda- tanda untuk diperbaiki. Padahal  jembatan tersebut merupakan jalur transportasi antara Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung, yang melewati wilayah Baleendah – Dayeuhkolot ke arah Bandung.

Masyarakat sekitar bernama bapak uyun, berharap pemerintah Kab Bandung untuk segera melakukan perbaikan, karena jalur jembatan lama Citarum merupakan salah satu jalur jalan yang hidup atau ramai 24 jam, walaupun disebelahnya ada jembatan baru dibuat paska ada penyodetan dan pelurusan sungai Citarum. Namun arus lalu lintas angkutan orang maupun barang cukup padat.

Juga jembatan lama adalah saksi bisu, dalam perjuangan masyarakat tatar  Bandung khusus Bandung Selatan dalam merebut kemerdekaan, ketika revolusi pisik melawan penjajahan baik masa penjajahan  Belanda maupun Jepang. “ujarnya

Memang masalah pembangunan jembatan memerlukan biaya yang cukup besar, dan perlu mendapat kajian khusus, tetapi kita melihat sangat ironis dimana-mana saat ini pemerintah sedang giat melakukan pembangunan sarana transportasi khususnya jembatan hampir di seluruh Indonesa. “Pungkasnya

Tapi penulis kurang mengerti apa yang menjadi alasan dari pemerintah baik pusat maupun daerah, belum mengambil langkah kongrit dalam pembangunan perbaikan jembatan lama Citarum yang menghubung wilayah Bandung Selatan dengan Ibu Kota Propinsi Jawa Barat, yaitu kota Bandung.

Akhirnya kita berharap,  agar perbaikan jembatan Citarum lama, mendapat perhatian khusus dari pemerintah,  khususnya menteri Pekerjaan Umum Indonesia, juga dari Dinas PU Provinsi maupun Kabupaten,stakeholder dan para pengambil kebijakan lainnya. * H.Jaenudin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here