Bandung, Journalbroadcast.co – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat, H. Dian Rahadian S.H., M.H., menegaskan bahwa Badan Pemuda dan Olahraga (BAPORA) Pemuda Pancasila Jawa Barat harus mampu menjadi garda terdepan dalam pembinaan generasi muda sekaligus menjadi contoh organisasi kepemudaan yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada pembangunan sumber daya manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Dian Rahadian saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) BAPORA MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat bertema “Pemuda Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan” yang berlangsung di Sekretariat MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Jalan BKR Nomor 117, Kota Bandung, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Dian, kehadiran BAPORA merupakan bagian dari strategi organisasi dalam menjawab tantangan pembinaan generasi muda di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika global yang terus bergerak cepat.
Dian menjelaskan bahwa selama ini banyak organisasi kepemudaan yang masih terjebak pada kegiatan seremonial tanpa menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, BAPORA dibangun sebagai wadah yang lebih fokus pada pengembangan kapasitas pemuda melalui program yang terukur dan berorientasi hasil.
“BAPORA Pemuda Pancasila Jawa Barat merupakan terobosan yang kami siapkan untuk menjadi ruang pengembangan generasi muda, khususnya di bidang kepemudaan dan olahraga. Kami ingin organisasi ini mampu menghadirkan program nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dian.
Ia menilai Jawa Barat memiliki potensi besar karena didukung jumlah penduduk usia produktif yang sangat tinggi. Potensi tersebut harus diarahkan melalui program pembinaan yang tepat agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan sebaliknya menjadi tantangan sosial.
Menurutnya, bonus demografi yang dimiliki Jawa Barat harus dimanfaatkan untuk menciptakan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Jika bonus demografi ini dikelola dengan baik, maka akan menjadi kekuatan besar bagi kemajuan daerah dan bangsa. Tetapi jika tidak dipersiapkan, justru dapat menjadi tantangan di masa depan,” katanya.
Dian menegaskan bahwa MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat berkomitmen menjadikan seluruh badan dan lembaga organisasi sebagai ruang kaderisasi yang mampu mencetak pemimpin masa depan.
Karena itu, BAPORA tidak hanya diarahkan sebagai wadah olahraga dan aktivitas kepemudaan, tetapi juga sebagai tempat membangun karakter, kepemimpinan, integritas, dan kapasitas kader.
Menurutnya, setiap kader harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai dengan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki.
“Kami ingin kader muda memiliki ruang yang luas untuk berkembang. Ada yang bergerak di bidang olahraga, sosial, pendidikan, kewirausahaan, maupun kepemudaan. Semua harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa ukuran keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam mencetak kader yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Dian mengatakan bahwa Pemuda Pancasila Jawa Barat saat ini tengah membangun sistem kaderisasi yang lebih modern, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, organisasi harus mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kompetensi, kepedulian sosial, dan kemampuan menjadi solusi atas berbagai persoalan masyarakat.
“Kami ingin melahirkan kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas, integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi. Itulah arah kaderisasi yang sedang kami bangun hari ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menegaskan dukungan MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat terhadap kader-kader muda yang siap mengambil peran strategis dalam berbagai organisasi kepemudaan.
Menurutnya, kader Pemuda Pancasila harus berani tampil dan berkontribusi di ruang yang lebih luas, termasuk dalam kepemimpinan organisasi tingkat daerah maupun nasional.
Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dukungan terhadap kader-kader terbaik yang maju dalam berbagai kontestasi organisasi kepemudaan, termasuk di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat.
“Kami ingin kader Pemuda Pancasila hadir di berbagai ruang strategis. Mereka harus mampu menjadi bagian dari solusi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kepemudaan di Jawa Barat,” katanya.
Dian menilai proses regenerasi kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus menyiapkan pemimpin masa depan yang memiliki kapasitas dan visi yang kuat.
“Pemimpin masa depan harus dipersiapkan sejak sekarang. Kaderisasi tidak boleh berhenti dan harus berjalan secara berkelanjutan agar organisasi tetap melahirkan generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAPORA MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat, Ir. Donny Dwisetya, menyebut Rakor 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan arah gerak BAPORA di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Menurut Donny, tema “Pemuda Berdampak untuk Indonesia Berkelanjutan” dipilih untuk menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa.
Ia menilai pemuda harus hadir sebagai solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, kepemudaan, maupun olahraga yang berkembang di masyarakat.
“Pemuda harus menjadi bagian dari perubahan. Kami berharap semangat ini mampu menggerakkan generasi muda untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Donny.
Donny juga menyoroti pentingnya pembangunan karakter dan mental generasi muda di tengah berbagai tantangan seperti pengangguran, penyalahgunaan narkoba, hingga pengaruh negatif media sosial.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia dan soliditas organisasi menjadi fokus utama BAPORA Jawa Barat agar mampu menjalankan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Rakor BAPORA 2026, MPW Pemuda Pancasila Jawa Barat berharap lahir berbagai program inovatif yang mampu mencetak generasi muda berkarakter, berdaya saing, serta siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi Jawa Barat dan Indonesia.





















