Sambut Natal dengan Kelahiran Diri yang Baru

0
1

BANDUNG, journalbroadcast.co — Tinggal menghitung hari, perayaan Natal di Kota Bandung sudah mulai terasa meriah. Sejak beberapa hari lalu sejumlah gereja mulai bersiap menyambut Natal. Gereja-gereja sudah mulai menghias pohon, kue, kado, dan lainnya.

Apalagi di tahun ini pandemi Covid-19 sudah mulai mereda. Imam Katolik Keuskupan Bandung, Romo Stefanus Setyo Kriswandono menyampaikan, Natal tahun ini persiapan di gereja-gereja sudah mulai ada peningkatan.

“Tahun sebelumnya ada pengaruh pandemi. Untuk tahun ini, mungkin sudah mulai berbenah diri. Namun, kita tetap harus jaga kesehatan karena sekarang beritanya kasus Covid-19 mulai beranjak naik lagi,” ujar Stefanus.

Ia menambahkan, tema perayaan Natal khusus tahun ini dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) adalah Kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi.

“Maknanya perayaan Natal bukan sekadar perayaan semata, tapi juga kita memuliakan Allah dengan sungguh-sungguh karena telah mengutus putranya ke dunia ini yaitu Yesus Kristus,” jelasnya.

Sedangkan makna damai sejahtera di bumi merupakan damai bagi sesama, ciptaan yang lain, dan lingkungan hidup. Bukan hanya sebatas kasih terhadap sesama, tapi juga alam sekitar tempat kita tinggal.

“Makna Natal bagi saya adalah makna sukacita dan penuh kedamaian. Tidak hanya kepada keluarga, tapi juga kita berbagi damai kepada orang lain. Tidak memandang suku, agama, ras apapun juga. Sebab kita sama-sama sebagai ciptaan yang luhur, maka sudah sepantasnya kita juga saling mengasihi satu sama lain,” ungkapnya.

Baginya, Natal juga merupakan momentum kelahiran Yesus, maka para umat Nasrani pun harus punya kelahiran baru.

“Maksudnya meninggalkan sifat-sifat lama kita yang tidak baik dengan menjadi pribadi baru yang jauh lebih baik dan penuh kasih,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, saat perayaan Natal nanti beberapa gereja menyediakan kebaktian secara online bagi jemaat yang tidak memungkinkan datang seperti lansia atau yang sedang sakit.

“Namun, memang sebaiknya diusahakan datang ke gereja langsung untuk bisa sama-sama merayakan Natal,” imbau Stefanus.

Ia berharap, pada Natal tahun ini seluruh umat beragama terus menjaga satu sama lain. Apalagi Kota Bandung dikenal dengan kota toleransi yang bahkan memiliki beberapa kampung toleransi.

“Toleransi tetap harus terjaga dengan baik.

Sangat luar biasa ada kampung toleransi, ini merupakan utama komunikasi dan dialog. Kita saling mengerti satu sama lain. Tidak ada hal yang kita takutkan dengan adanya perbedaan. Itu adalah hal yang terus kita jaga bersama,” harapnya.

“Bagi yang merayakan Natal, selamat merayakan Natal. Tetap selalu menjaga kedamaian bagi sesama dan alam semesta,” imbuhnya. *red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here