Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2023

0
13

Bandung, JB -||- Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat pada tahun anggaran 2023, gelontarkan Rp200 miliar untuk anggaran kerjasama daerah dan perjalanan dinas ke luar negeri.

Rinciannya, Rp37 miliar lebih untuk perjalanan dinas luar negeri (PDLN), dan Rp154 miliar lebih untuk anggaran kerjasama daerah.

Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat Iman Tohidin saat dikonfirmasi via whatsapp meminta wartawan bertanya kepada PPTK-nya langsung.

“Boleh, silahkan konfirmasi ke Iman Maulana (PPTK) di kantor.(Mangga bade konfirmasi tepang iman maulana (pptk) ka kantor. haturnuhun,” tulisnya.

Iman Maulana yang ditemui di kantornya beberapa saat kemudian membenarkan ada anggaran miliaran untuk dewan.

“Jadi yang pertama kami konfirmasi dulu. Jadi yang di kami, hanya PDLN (perjalanan dinas luar negeri) saja,” katanya, Jumat 3 Maret 2023.

“Yang kerjasama daerah itu di humas bukan di kita, kita hanya bagian fasjawas (Fasilitasi dan Pengawasan),” tambahnya.

“Humas itu sekarang kan sudah gabung dengan persidangan. Jadi bisa dikonfirmasi ke persidangan, saya juga nggak tahu yang anggaran Rp154 miliar,” terangnya.

Dijelaskan Iman, anggaran PDLN Rp37 miliar itu dipersiapkan untuk 120 anggota dewan.

“Tahun ini belum ada realisasinya, memang,” terangnya.

Soal PDLN 2022, Iman menjelaskan nilai anggarannya Rp3 miliar lebih.

“Angkanya jauh lebih kecil, karena tahun 2022 itu masih suasana Covid-19. Jadi anggaran yang dipersiapkannya hanya 3 miliar saja,” terangnya.

Anggaran itupun tambah Iman, akhirnya tidak dipakai.

“Tetapi bukan silpa (selisih anggaran), melainkan anggarannya dialihkan ke sosper (Sosialisasi Perda),” terangnya.

Kasubag Humas Protokol dan Publikasi Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat, M Hafidz SH mengatakan anggaran itu tidak ada.

“Seingat saya tidak ada anggaran perjalanan dinas ke luar negeri dan kerjasama daerah,” elaknya.

Ketum IKA Muda Unpad Fuad Rinaldi SE, MM, Ak, CA, CPS, AWP, CPHRM, HRBP mengatakan masih adanya anggaran ratusan miliar itu menandakan DPRD Jabar tidak peduli dengan kondisi rakyatnya.

Dijelaskan Fuad, permasalahan ini sebetulnya tidak hanya terjadi di Provinsi Jawa Barat saja di Kabupaten Bandung juga ada.

“Kabupaten Bandung juga menganggarkan Rp77,3 miliar untuk perjalanan dinas DPRD Kabupaten Bandung,” katanya saat dihubungi via telepon, Jumat 3 Maret 2023.

Fuad juga mengatakan, pemerintah pusat lewat kementerian keuangan sebetulnya sudah membatasi anggaran perjalanan dinas itu.

“Sepert di moratorium lah. Akan tetapi dalan perjalanan teknisnya. Pemerintah daerah tetap mempunyai pendapat yang berbeda. Mungkin baginya perjalanan dinas masih diperlukan,” terangnya.

Fuad mengakui tidak ada urgensi perjalanan dinas itu, untuk masyarakat Jawa Barat. Yang ada menghabis-habiskan anggaran saja.

“Menurut yang kita teliti, secara akademis, perjalanan dinas itu seperti menjadi sumber pendapatan bagi ASN terutamanya anggota DPRD,” terangnya.

Padahal, kata Fuad, masyarakat saat ini masih susah. Pemerintah pusat juga masih mencoba membangkitkan ekonomi kecil dengan cara membagikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan.

“Ini peran DPRD ini seolah-olah kerjanya cuma menghabiskan anggaran saja,” pungkasnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here