TASIKMALAYA, journalbroadcast.co — Berangkat dari kecintaan terhadap seni bela diri sejak usia dini, Nandang Nur Fajar kembali menghidupkan semangat pelestarian budaya leluhur melalui Padepokan Pencak Silat Wiramandala Gelar Budi Kancana di Kampung Cikapol, Rajamandala, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Didirikan kembali bersama Abah Tatang pada akhir Agustus 2026, padepokan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mengenal pencak silat sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, tata krama, dan jiwa kesatria.
Kecintaan Nandang terhadap pencak silat telah tumbuh sejak berusia sekitar lima tahun. Ia pertama kali belajar dari sang kakek yang merupakan veteran perjuangan, kemudian memperdalam ilmu persilatan kepada sejumlah sesepuh setempat.
Sebelumnya, pada 2018, Nandang juga pernah mendirikan padepokan bersama Abah Tatang. Setelah sempat vakum karena berbagai dinamika, semangatnya kembali tumbuh melalui aktivitas seni dan budaya bersama Paguyuban Paku Suci pada akhir 2024.
Kini, melalui Wiramandala, semangat tersebut kembali diwujudkan. Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan sekitar 70 anak tingkat sekolah dasar yang telah bergabung sebagai peserta latihan.
Meski belum memiliki tempat latihan permanen, kegiatan pembinaan tetap berjalan dengan memanfaatkan halaman Masjid Jami Baitul Mutaqien dan Madrasah Al-Fudlola di Kampung Cikapol.
Didukung tiga pelatih dari Padepokan Lugay Gelar Budi Kancana, latihan dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni Jumat sore, Sabtu, dan Minggu pagi.
Bagi Nandang, pencak silat bukan sekadar olahraga atau kemampuan membela diri, tetapi juga sarana membentuk karakter dan kepribadian anak. Nilai kesantunan, pengendalian diri, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.
Di tengah perkembangan teknologi dan budaya digital, ia berharap padepokan ini dapat menjadi ruang kegiatan positif bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai warisan budaya bangsa.
Ke depan, Nandang berharap Padepokan Wiramandala memiliki tempat latihan permanen, berkembang lebih besar, serta mampu melahirkan pesilat berprestasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan karakter luhur.
Wiramandala bukan sekadar tempat berlatih silat, melainkan wadah pengabdian untuk membentuk generasi berkarakter sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup sepanjang zaman.
PADEPOKAN PENCAK SILAT WIRAMANDALA GELAR BUDI KANCANA
Melestarikan Budaya, Membentuk Karakter, Menempa Jiwa Kesatria. *Anton


















