CIMAHI, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus membenahi kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD Cibabat) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat identitas rumah sakit sebagai fasilitas rujukan utama di Kota Cimahi.
Setelah melakukan perapihan vegetasi yang selama ini menutupi tampilan bangunan rumah sakit, Pemkot Cimahi menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan melalui penanaman pohon pengganti di halaman RSUD Cibabat, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Cimahi Ngatiyana, didampingi jajaran manajemen RSUD Cibabat. Penanaman pohon menjadi simbol bahwa penataan kawasan rumah sakit tidak dilakukan dengan mengorbankan ruang hijau, tetapi tetap mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan pelayanan publik, keselamatan, estetika kawasan, dan kelestarian lingkungan.
Ngatiyana menjelaskan, penataan gerbang depan RSUD Cibabat dilakukan karena sejumlah pohon berukuran besar sebelumnya menutupi fasad rumah sakit serta akses menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Kondisi tersebut dinilai menyulitkan masyarakat, khususnya warga dari luar Kota Cimahi, dalam mengenali pintu masuk rumah sakit.
“RSUD Cibabat merupakan rumah sakit rujukan utama di Kota Cimahi. Karena itu akses masuknya harus terlihat jelas, mudah dikenali, dan mampu membedakan jalur pelayanan umum maupun pelayanan kegawatdaruratan. Penataan ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat,” ujar Ngatiyana.
Ia menegaskan, penebangan dan perapihan sejumlah pohon di area depan rumah sakit bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap ruang terbuka hijau.
Menurutnya, pohon-pohon yang sebelumnya berada di area depan rumah sakit akan digantikan dengan penanaman pohon baru, baik di lingkungan RSUD Cibabat maupun di sejumlah lokasi lainnya di Kota Cimahi.
“Yang kami lakukan bukan menggunduli. Pohon yang dirapikan akan diganti melalui penanaman pohon di berbagai lokasi. Ini bentuk tanggung jawab kami agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana bersama jajaran RSUD Cibabat menanam pohon durian sebagai salah satu pohon pengganti.
Pemilihan pohon durian tersebut memiliki sejumlah pertimbangan. Selain memiliki tajuk yang dinilai tidak terlalu tinggi sehingga tidak kembali menutupi bangunan rumah sakit, tanaman tersebut juga memiliki nilai edukatif dan produktif karena dapat menghasilkan buah.
Lebih jauh, Ngatiyana menyampaikan bahwa penataan fisik kawasan rumah sakit merupakan bagian dari transformasi menyeluruh yang tengah dilakukan Pemkot Cimahi terhadap RSUD Cibabat.
Transformasi tersebut tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, reformasi tata kelola organisasi, hingga penguatan sumber daya manusia.
Menurutnya, sejumlah inovasi layanan mulai dihadirkan, antara lain pengembangan layanan rawat jalan sore, pembangunan ruang pelayanan baru, serta pembenahan sistem manajemen rumah sakit.
Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, profesional, dan berkualitas.
“Harapan kami, perubahan tidak hanya terlihat dari tampilan fisik rumah sakit yang semakin representatif, tetapi juga benar-benar dirasakan masyarakat melalui pelayanan yang semakin baik. Penataan lingkungan ini menjadi awal dari transformasi RSUD Cibabat menuju rumah sakit yang modern, nyaman, mudah diakses, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. *red





















