journalbroadcast.co, Jakarta | Film horor Lobang Buaya karya sutradara Hanung Bramantyo mengungkap misteri pembunuhan berantai berlatar Indonesia 1964. Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Trailer dan poster film diperkenalkan dalam rangkaian kegiatan di Jakarta pada Jumat (28/8/2026). Film ini memadukan horor dan misteri dengan isu sosial serta ketakutan kolektif yang berkaitan dengan periode kelam sejarah Indonesia.
Hanung mengatakan, pendekatan horor dipilih bukan semata-mata untuk menghadirkan ketegangan, tetapi juga untuk menggambarkan rasa takut masyarakat ketika berhadapan dengan persoalan kekuasaan, korupsi, ketidakadilan, dan penindasan.
“Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika dengar peristiwa ’65? Jawabannya adalah horor,” ujar Hanung Bramantyo.
Menurut Hanung, persoalan dalam film tidak hanya berkaitan dengan teror yang dialami para tokoh, tetapi juga menggambarkan persoalan sosial yang dinilai masih relevan.
“Horor yang kita rasakan bukan hanya dari persoalan di dalam cerita, tetapi juga dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas,” katanya.
Cerita Lobang Buaya mengikuti Letnan Soegeng yang diperankan Baskara Mahendra. Ia menyelidiki rangkaian kematian para tokoh desa yang terjadi setiap tanggal 30. Para korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan punggung berlubang dan sejumlah kata, seperti “Tamak”, “Lamis”, dan “Maruk”, yang disayatkan pada tubuh mereka.
Baskara mengatakan, penonton akan diajak mengikuti proses penyelidikan Soegeng untuk menemukan dalang di balik rangkaian pembunuhan tersebut.
“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk mencari dalang di balik misteri pembunuhan berantai ini. Dari setiap petunjuk yang ditemukan dan setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang tidak cuma menegangkan dan seru, tetapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara.
Dalam cerita film, kemunculan rumor Hantu Bolong menambah ketegangan di Desa Lobang Buaya. Teror kemudian merambah kehidupan pribadi Soegeng setelah istrinya, Arum Wangi yang diperankan Carissa Perusset, mengalami gangguan dari sosok arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan dan menyebut Arum sebagai Ronggeng.
Rangkaian peristiwa tersebut kemudian mengarah pada ritual gelap yang mengancam warga Desa Lobang Buaya. Cerita itu juga ditempatkan pada periode 1964, setahun sebelum peristiwa kelam 1965 yang menjadi bagian dari latar sejarah film.
Film Lobang Buaya dibintangi Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, dan Mathias Muchus. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026.




















