BANDUNG, journalbroadcast.co — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat budaya literasi melalui pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan masyarakat. Melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus), Pemkot Bandung akan menggelar Pages & Plates Festival 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center,Kota Bandung, pada 3 – 9 Agustus 2026.
Festival ini menjadi penyelenggaraan perdana di Kota Bandung yang memadukan bazar buku internasional, festival kuliner, serta beragam kegiatan edukatif dan hiburan keluarga dalam satu kawasan.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung, Dewi Kaniasari (Kenny), mengatakan penyelenggaraan festival tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk menghadirkan ekosistem literasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Melihat kesuksesan Big Bad Wolf di Kota Baru Parahyangan sebelumnya, Wali Kota Muhammad Farhan menginginkan semangat literasi itu hadir langsung di tengah masyarakat Kota Bandung. Karena itu kami mengemasnya menjadi Pages & Plates Festival, bukan sekadar bazar buku, tetapi menjadi festival yang menggabungkan literasi, kuliner, dan ruang kreativitas masyarakat,” ujar Kenny di Pendopo, Selasa (21/07/2026).
Menurutnya, konsep tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk membeli buku, tetapi juga menikmati pengalaman membaca yang menyenangkan bersama keluarga.
Padukan Literasi, Kuliner, dan Kreativitas
Pages & Plates Festival menghadirkan Big Bad Wolf Books sebagai daya tarik utama dengan jutaan koleksi buku dari berbagai kategori. Festival ini juga dipadukan dengan festival kuliner yang dikurasi oleh komunitas kuliner Keuken, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman membaca sambil mencicipi beragam sajian kuliner.
Selama tujuh hari penyelenggaraan, berbagai aktivitas edukatif juga akan digelar, mulai dari:
- Storytelling untuk anak.
- Lokakarya kreatif.
- Talkshow literasi.
- Panggung ekspresi komunitas.
- Berbagai kegiatan edukatif dan hiburan keluarga.
“Kami ingin menghadirkan festival yang terintegrasi. Jadi masyarakat datang bukan hanya untuk membeli buku, tetapi juga bisa mengikuti berbagai aktivitas literasi, menikmati kuliner, berdiskusi, hingga berekreasi bersama keluarga,” katanya.
Kenny berharap Pages & Plates Festival dapat menjadi agenda tahunan yang memperkaya kalender event Kota Bandung sekaligus memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif dengan budaya literasi yang kuat.
“Harapan kami festival ini bisa menjadi event tahunan yang semakin memperkuat identitas Kota Bandung sebagai kota kreatif sekaligus kota yang memiliki budaya literasi yang kuat,” ujarnya.
Big Bad Wolf Rayakan Satu Dekade di Indonesia
Sementara itu, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia, Marthius Wandi Budianto, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan 10 tahun kehadiran Big Bad Wolf di Indonesia.
Ia mengungkapkan, setelah satu dekade berkeliling ke berbagai kota besar di Indonesia, untuk pertama kalinya Big Bad Wolf hadir di pusat Kota Bandung melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung.
“Selama 10 tahun kami hadir di Indonesia, baru kali ini kami bisa mengadakan event di pusat Kota Bandung. Kami memiliki visi yang sama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan literasi masyarakat dan menjadikan membaca bukan sekadar gaya hidup, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pada penyelenggaraan kali ini, Big Bad Wolf menghadirkan lebih dari satu juta buku dari berbagai kategori, seperti buku anak, novel, buku nonfiksi, bisnis, hingga sains dan teknologi.
Seluruh buku ditawarkan dengan harga terjangkau mulai dari Rp25.000, Rp50.000, hingga Rp75.000, sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat bisa pulang membawa dua atau tiga buku yang mungkin dapat mengubah cara berpikir maupun kehidupannya. Literasi harus bisa dinikmati semua kalangan,” ujar Marthius.
Target 20.000 Pengunjung per Hari
Penyelenggara menargetkan Pages & Plates Festival 2026 mampu menarik lebih dari 20.000 pengunjung setiap hari, mengingat tingginya minat masyarakat Bandung terhadap kegiatan literasi dan rekreasi keluarga.
Selain mendorong budaya membaca, festival ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, mendukung UMKM kuliner, serta memperkuat posisi Kota Bandung sebagai destinasi wisata literasi yang inklusif dan ramah keluarga. Seluruh rangkaian kegiatan dapat dinikmati masyarakat secara gratis tanpa dipungut biaya masuk. *red





















