journalbroadcast.co, Jakarta | Lembaga Seni Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 10–12 Juli, di Gedung Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Kegiatan mengusung tema “Membumikan Dakwah Berkemajuan: Mengembangkan Ekosistem Seni dan Budaya yang Kreatif dan Inklusif”.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, membuka Rakernas sekaligus mengatakan bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dalam dakwah kultural Muhammadiyah.
“Bahkan juga melakukan aktualisasi program seni budaya sebagai strategi dakwah kultural Muhammadiyah,” kata Haedar.
Muhammadiyah telah memiliki pandangan yang jelas mengenai seni dan budaya. Majelis Tarjih dan Tajdid memandang seni budaya sebagai sesuatu yang diperbolehkan, bahkan menjadi kebutuhan dalam mendukung dakwah.
Seni dan budaya dapat dikembangkan sepanjang tidak menjauhkan umat dari nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, Ketua LSB PP Muhammadiyah Gunawan Budiyanto menepis anggapan bahwa Muhammadiyah anti terhadap seni dan budaya.
“Melalui Rakernas ini, kita kembali menyampaikan Muhammadiyah adalah pecinta seni dan budaya,” ujarnya.
Gunawan berharap Rakernas menghasilkan program kerja strategis yang memperkuat pengembangan seni budaya sekaligus menjadi pendekatan dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat.





















