• JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA
  • JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA
No Result
View All Result
  • JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home JOURNAL PENDIDIKAN

SMPN 50 Bandung Sulap Lahan Berbatu Jadi Kebun Produktif Lewat Program Buruan Saé

Admin 002 by Admin 002
2 Oktober 2026
in JOURNAL PENDIDIKAN
0
SMPN 50 Bandung Sulap Lahan Berbatu Jadi Kebun Produktif Lewat Program Buruan Saé
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, journalbroadcast.co — Lahan berbatu yang sebelumnya terbengkalai di lingkungan SMPN 50 Bandung kini berubah menjadi kebun produktif. Melalui kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, lahan tersebut disulap menjadi Buruan Saé yang dikelola bersama oleh siswa dan guru.

Kisah inovasi pemanfaatan pekarangan sekolah ini terungkap dalam podcast Basa Basi PWI Kota Bandung bertema “Optimalisasi Pekarangan Sekolah Melalui Buruan Saé, Siswa Mandiri Pangan (SMP): Menanam Hari Ini, Memanen Masa Depan”, Kamis (01/10/2026).

BacaJuga

Prof. Diana Sari Resmi Jadi Rektor USB YPKP, Targetkan “Sangga Buana Great Again”

Prof. Diana Sari Resmi Jadi Rektor USB YPKP, Targetkan “Sangga Buana Great Again”

12 September 2026
0
Plh Kadisdik Jabar: Gerak Cepat Atasi Gangguan Sistem, di Hari Pertama Pendaftaran PPDB Tahap 1

Plh Kadisdik Jabar: Gerak Cepat Atasi Gangguan Sistem, di Hari Pertama Pendaftaran PPDB Tahap 1

4 Juni 2024
0
Plh Kadisdik Jabar Monitoring Evaluasi PPDB Tahap 2 SMAN 1 Palimanan dan SMAN 1 Cirebon

Plh Kadisdik Jabar Monitoring Evaluasi PPDB Tahap 2 SMAN 1 Palimanan dan SMAN 1 Cirebon

5 Juli 2024
0
Optimalisasi MKKS Dalam Implementasi Kebijakan Strategis Disdik Jabar

Optimalisasi MKKS Dalam Implementasi Kebijakan Strategis Disdik Jabar

7 November 2024
0

Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Basa Basi Podcast, Kompleks Stadion Persib (Sidolig) Lantai 2, Jalan Ahmad Yani Nomor 262, Kota Bandung.

Podcast menghadirkan Kepala SMPN 50 Bandung, Asep Ramdani, S.S., M.Hum., dan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama, Asep Tristian, S.P., M.P., dengan Danny Djatnika sebagai pemandu acara.

Dari Tumpukan Berangkal Menjadi Kebun Produktif

Kepala SMPN 50 Bandung, Asep Ramdani, menuturkan bahwa gagasan pemanfaatan lahan tersebut muncul ketika dirinya mulai bertugas di sekolah itu sekitar Juni 2025. Saat melihat kondisi lingkungan sekolah, ia menemukan lahan yang hanya dipenuhi tumpukan berangkal.

“Lahan awalnya itu tumpukan berangkal. Saya berpikir bagaimana kalau lahan yang tadinya tidak efektif dan tidak berguna kita jadikan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Asep.

Menurutnya, pengembangan Buruan Saé sejalan dengan penerapan kurikulum yang mencakup kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler. Salah satu tema kegiatan kokurikuler adalah ketahanan pangan, yang selaras dengan program Buruan Saé Pemerintah Kota Bandung.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan unsur kewilayahan, mulai dari lurah hingga camat. Melalui koordinasi tersebut, SMPN 50 Bandung memperoleh informasi mengenai keberadaan penyuluh pertanian di Kecamatan Ujungberung, yakni Asep Tristian.

“Beliau sangat mendukung. Kami diminta mengajukan sarana pertanian, bibit, dan sebagainya melalui surat. Tidak lama, permohonan itu mendapat jawaban,” kenang Asep Ramdani.

Dukungan tersebut membuahkan hasil. Hingga kini, kebun sekolah telah tiga kali panen dengan berbagai komoditas, antara lain pakcoy, kangkung, aneka sayuran, serta tanaman obat keluarga (TOGA).

Selain bantuan sarana pertanian, sekolah juga menerima 250 ekor ikan nila dan lele serta ayam petelur yang dilengkapi kandang dan pakan.

“Karena produksinya masih sedikit, hasil panen sementara ini untuk memenuhi kebutuhan warga sekolah. Ke depan, kami ingin masuk ke pengolahan hasil panen,” imbuhnya.

Kembangkan Inovasi Produk Olahan Hasil Panen

Tidak berhenti pada kegiatan bercocok tanam, SMPN 50 Bandung juga merencanakan pengembangan produk olahan dari hasil kebun. Sejumlah ide yang disiapkan di antaranya mengolah pakcoy menjadi jus, jahe menjadi minuman instan, serta lidah buaya menjadi produk menyerupai nata de coco.

“Saya sedang berdiskusi dengan Pak PPL. Beliau siap, bahkan punya ahlinya,” ungkap Asep.

Ia menambahkan, inovasi pengolahan hasil pertanian bukan hal baru baginya. Saat bertugas di SMPN 43 Bandung, ia pernah mengembangkan minuman Serpis, singkatan dari serai dan jeruk nipis. Selain itu, jahe juga diolah menjadi ekstrak wedang jahe.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal untuk mengembangkan kegiatan Buruan Saé di SMPN 50 Bandung agar tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui pengolahan produk.

Penyuluh Pertanian Dampingi Siswa dan Guru

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama, Asep Tristian, menegaskan bahwa pihaknya mendukung pengembangan Buruan Saé di SMPN 50 Bandung. Ia menilai komitmen kepala sekolah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.

“Kadang kalau masuk ke sekolah, lahannya ada tetapi semangatnya hanya sehari. Habis itu diam. Di SMPN 50 ini berbeda, Pak Kepala Sekolahnya sangat konsen,” katanya.

Asep Tristian menjelaskan, para penyuluh pertanian di Kota Bandung memiliki program pelatihan bernama Nawadahan, singkatan dari Ngabina Wargi Bandung Ngahadean Buruan. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat, termasuk guru, dalam mengelola pekarangan melalui budidaya tanaman.

Pelatihan mencakup tahapan budidaya mulai dari pembibitan hingga pascapanen. Kegiatan dilaksanakan dalam lima kali pertemuan, dengan jadwal satu kali setiap pekan, sehingga peserta dapat mengamati perkembangan tanaman secara bertahap.

“Pelatihannya bukan sehari dua hari, tetapi lima kali pertemuan, seminggu sekali, menyesuaikan pengamatan tanaman,” jelasnya.

Menurut Asep Tristian, pengembangan Buruan Saé tidak hanya dilakukan di sekolah negeri. Sejumlah sekolah swasta dan sekolah luar biasa (SLB) juga telah mengembangkan program serupa.

Bahkan, salah satu SLB di kawasan Cinambo telah menghasilkan produk minuman dari tanaman rosella yang dibudidayakan di lingkungan sekolah.

Dukungan Orang Tua Dorong Antusiasme Siswa

Dalam pelaksanaan program, dukungan orang tua siswa menjadi salah satu faktor pendukung. Asep Ramdani mengatakan, pihak sekolah terlebih dahulu menyosialisasikan kegiatan tersebut melalui komite sekolah.

Respons orang tua pun dinilai positif. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan bibit tanaman dari rumah untuk mendukung kegiatan berkebun di sekolah.

“Ada orang tua yang menawarkan membawa bibit dari rumah. Kami juga meminta orang tua membiarkan anak-anak kotor saat berkegiatan di kebun,” tuturnya.

Menurut Asep, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menanam, merawat, dan mengamati perkembangan tanaman.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengerjakan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), mencari informasi, serta belajar dari para ahli yang dihadirkan sebagai narasumber.

“Guru membimbing langsung. Anak-anak senang karena lebih bebas, tidak dikurung di kelas,” ujarnya.

Melalui pendekatan tersebut, kebun sekolah menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menghubungkan materi pelajaran dengan praktik nyata, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

Ketahanan Pangan Tidak Hanya Bergantung pada Padi

Dalam diskusi podcast, Asep Tristian menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak semata-mata bergantung pada produksi padi. Pemanfaatan pekarangan untuk menanam sayuran, tanaman obat keluarga, serta mengembangkan perikanan juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan.

“Pangan itu bukan hanya padi. Pemanfaatan lahan pekarangan bisa dikembangkan sebagai ketahanan pangan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemetaan kondisi lahan sebelum menentukan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Setiap komoditas memiliki kebutuhan tumbuh yang berbeda, termasuk kebutuhan terhadap paparan sinar matahari.

“Tanaman tidak mungkin ditanam di tempat yang tidak ada matahari. Harus dipilih komoditas yang cocok,” tuturnya.

Pengembangan Buruan Saé di SMPN 50 Bandung menjadi contoh pemanfaatan lahan sekolah sebagai ruang belajar produktif. Melalui kolaborasi sekolah, penyuluh pertanian, dan orang tua, kegiatan ini tidak hanya mendukung edukasi lingkungan, tetapi juga memperkenalkan praktik ketahanan pangan sejak dini kepada para siswa. *red

Tags: Buruan SAEDkpp Kota Bandungedukasi pertanian siswakebun sekolahketahanan pangan Kota BandungNawadahanSMPN 50 Bandung
Previous Post

Warga RW 011 Sukamajukidul Minta Pemkot Tasikmalaya Tindak Lanjuti Aspirasi Penutupan Kings Family Karaoke

Next Post

Tantan Sulthon Resmi Dilantik di Gedung Merdeka Periode 2026 – 2031, ini Susunan Lengkap Pengurusnya

Admin 002

Admin 002

Related Posts

USB YPKP Bandung Dorong Green Campus untuk Siapkan Talenta Industri Berkelanjutan
JOURNAL PENDIDIKAN

USB YPKP Bandung Dorong Green Campus untuk Siapkan Talenta Industri Berkelanjutan

29 September 2026
0
FIAD Bandung Soroti Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Masa Depan Pertanian Indonesia
JOURNAL PENDIDIKAN

FIAD Bandung Soroti Pendidikan, Ketenagakerjaan, dan Masa Depan Pertanian Indonesia

28 September 2026
0
USB YPKP Bandung Resmi Sambut 894 Mahasiswa Baru Dalam  PKKMB Tahun 2026
JOURNAL PENDIDIKAN

USB YPKP Bandung Resmi Sambut 894 Mahasiswa Baru Dalam PKKMB Tahun 2026

19 September 2026
0
Prof. Diana Sari Resmi Jadi Rektor USB YPKP, Targetkan “Sangga Buana Great Again”
JOURNAL PENDIDIKAN

Prof. Diana Sari Resmi Jadi Rektor USB YPKP, Targetkan “Sangga Buana Great Again”

12 September 2026
0
Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Capai Bandung, Disdik Wajibkan Masker di Sekolah
JOURNAL PEMERINTAHAN

Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Capai Bandung, Disdik Wajibkan Masker di Sekolah

7 September 2026
0
14  Mahasiswa USB Mengikuti Tiga Program Internasional Bergengsi
JOURNAL PENDIDIKAN

14 Mahasiswa USB Mengikuti Tiga Program Internasional Bergengsi

3 September 2026
0
Pemkot Bandung Pindahkan Sementara Siswa SDN 026 ke SDN 148
JOURNAL PEMERINTAHAN

Pemkot Bandung Pindahkan Sementara Siswa SDN 026 ke SDN 148

29 Agustus 2026
0
BRI BO Sukabumi Gelar BRI Goes to School, Dorong Pelajar Cerdas Kelola Keuangan
JOURNAL EKBIS

BRI BO Sukabumi Gelar BRI Goes to School, Dorong Pelajar Cerdas Kelola Keuangan

26 Agustus 2026
0
20 Tahun USB YPKP Bandung: Dari Akademi Bank hingga Universitas Berpredikat Unggul
JOURNAL PENDIDIKAN

20 Tahun USB YPKP Bandung: Dari Akademi Bank hingga Universitas Berpredikat Unggul

26 Agustus 2026
0
Next Post
Tantan Sulthon Resmi Dilantik di Gedung Merdeka Periode 2026 – 2031, ini Susunan Lengkap Pengurusnya

Tantan Sulthon Resmi Dilantik di Gedung Merdeka Periode 2026 - 2031, ini Susunan Lengkap Pengurusnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seedbacklink
Journalbroadcast.co

© 2024 Journalbroadcast.co

The best sites to buy Instagram followers in 2024 are easily Smmsav.com and Followersav.com. Betcasinoscript.com is Best sites Buy certified Online Casino Script. buy instagram followers buy instagram followers Online Casino

Navigate Site

  • Email
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA

© 2024 Journalbroadcast.co