BANDUNG, journalbroadcast.co — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai memasuki wilayah Bandung. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.
Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) dari AirNav Indonesia terkait indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan status Aerodrome Closed di Bandara Husein Sastranegara berlaku mulai pukul 12.07 hingga 16.00 WIB.
“Sebanyak 8 penerbangan terdampak penutupan sementara di Bandara Husein Sastranegara, terdiri dari 4 kedatangan dan 4 keberangkatan,” kata Arie.
Empat penerbangan kedatangan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bali-Bandung serta masing-masing satu penerbangan Balikpapan-Bandung dan Surabaya-Bandung.
Sementara itu, empat penerbangan keberangkatan yang terdampak terdiri dari dua penerbangan rute Bandung-Surabaya serta masing-masing satu penerbangan Bandung-Bali dan Bandung-Balikpapan.
Secara keseluruhan, terdapat 1.344 calon penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akibat penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara.
Arie menegaskan, keputusan penutupan bandara diambil dengan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan.
“Sesuai NOTAM terbaru, Bandara Husein Sastranegara ditutup sementara demi keselamatan penerbangan. Kami mengimbau calon penumpang pesawat untuk memantau informasi mengenai penerbangan dan opsi lainnya dari maskapai,” ujarnya.
Pihak bandara masih memantau perkembangan sebaran abu vulkanik sebelum menentukan apakah operasional penerbangan dapat kembali dibuka.
Layanan Penumpang Tetap Berjalan
Meski aktivitas penerbangan dihentikan sementara, pelayanan terhadap penumpang terdampak tetap dilakukan.
InJourney Airports mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) di Bandara Husein Sastranegara. Sejumlah layanan disiapkan untuk membantu penumpang selama menunggu kepastian penerbangan.
Pihak Bandara Internasional Husein Sastranegara memberikan refreshment berupa air minum kepada penumpang terdampak.
Selain itu, penumpang juga mendapatkan alat pelindung diri (APD) berupa masker sebagai bagian dari dukungan pelayanan di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.
Dalam siaran persnya, InJourney Airports juga menyebut telah menyediakan makanan dan minuman ringan serta menyiagakan staf bandara untuk memberikan asistensi kepada penumpang terdampak.
“Pelayanan kepada penumpang terdampak menjadi prioritas InJourney Airports, untuk memastikan penumpang mendapat asistensi yang diperlukan dari bandara,” ujar Arie.
Pemkot Bandung Pantau Sebaran Abu Vulkanik
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Pemerintah Kota Bandung masih menunggu masukan dari instansi terkait sebelum mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada masyarakat, termasuk mengenai penggunaan masker.
Pemkot Bandung akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan melakukan koordinasi lintas instansi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan upaya mitigasi dapat dilakukan secara cepat apabila dampak sebaran abu vulkanik meluas ke wilayah Kota Bandung. *red





















