BANDUNG, journalbroadcast.co — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Menurutnya, pendidikan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkembang sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah asal maupun Indonesia.
Hal itu disampaikan Farhan saat memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (Kamaba) di Gedung Aula Daan Mogot, Markas Pusat Pendidikan Infanteri, Kota Bandung, Minggu, (06/09/2026).
Farhan mengatakan, Kota Bandung memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia. Keberadaan berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung dinilai menjadi peluang bagi generasi muda dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan sekaligus mengembangkan kompetensinya.
“Kota Bandung sebagai kota pusat pendidikan akan menghadirkan maslahat bagi kita semuanya,” ujar Farhan.
Menurut Farhan, Bandung selama ini menjadi salah satu tujuan pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk masyarakat Aceh.
Ia menilai pembangunan SDM tidak cukup hanya mengandalkan potensi daerah. Dibutuhkan pendidikan yang mampu melahirkan tenaga profesional, insinyur, akademisi, pengusaha, serta berbagai talenta dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Karena itu, Farhan menegaskan Pemerintah Kota Bandung terbuka untuk memberikan ruang bagi generasi muda dari berbagai daerah yang ingin belajar dan berkembang di Kota Bandung.
“Saya sebagai Wali Kota Bandung yang punya darah Aceh, saya merasa berkewajiban untuk membuka pintu sebesar-besarnya agar putra-putri terbaik di Aceh bisa kuliah di perguruan tinggi terbaik yang ada di Indonesia, salah satunya di Bandung,” katanya.
Farhan menambahkan, semangat tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Aceh. Menurutnya, Bandung harus menjadi kota yang terbuka bagi siapa pun yang memiliki niat baik untuk menuntut ilmu, bekerja, dan memberikan kontribusi positif.
Ia juga membuka peluang pengembangan skema dukungan pendidikan melalui pengelolaan dana sosial dan pemberdayaan. Dana zakat, infak, dan sedekah, kata Farhan, dapat diarahkan tidak hanya untuk bantuan langsung, tetapi juga program pemberdayaan jangka panjang, termasuk pendidikan dan pengembangan usaha.
“Untuk itulah pendidikan adalah kunci. Tolong jaga sama-sama bahwa Kota Bandung sebagai kota pusat pendidikan yang akan menghadirkan maslahat bagi kita semuanya,” tuturnya.
Bandung Jadi Ruang Hidup dan Tumbuh
Selain pendidikan, Farhan menegaskan komitmennya menjadikan Bandung sebagai kota yang memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk hidup, belajar, bekerja, dan berkembang.
Menurutnya, keberagaman masyarakat yang tinggal di Kota Bandung merupakan kekuatan yang harus terus dirawat melalui persaudaraan dan kolaborasi.
“Kita akan membangun Kota Bandung ini sebagai kota yang memberikan ruang hidup dan ruang tumbuh bagi siapapun yang memiliki niat baik di sini,” katanya.
Farhan juga mengapresiasi keberadaan komunitas masyarakat Aceh di Kota Bandung. Ia menilai kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi momentum berkumpul, tetapi juga memperkuat persaudaraan.
Keberadaan masyarakat Aceh, lanjutnya, menunjukkan bahwa warga Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Kota Bandung dan Indonesia.
“Terima kasih untuk persaudaraan, terima kasih untuk persahabatan, terima kasih untuk kepercayaan yang telah diberikan kepada kami selama ini untuk tetap bersama-sama menjadikan Kota Bandung kota warga Aceh di tanah Pasundan,” pungkasnya. *red





















