BANDUNG, journalbroadcast.co — Kelurahan Cigondewah Rahayu, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, terus mendorong inovasi berbasis masyarakat melalui dua program unggulan, yakni ASRI (Arisan Sampah Rumah Inovatif) dan Sibadak (Sistem Bank Data Kelurahan). Kedua inovasi tersebut dikembangkan untuk meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus memperkuat tata kelola data guna mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.
Kedua program tersebut dipaparkan dalam Sonata Talkshow yang digelar Radio Sonata pada Rabu (24/06/2026).
Talkshow menghadirkan narasumber Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Cigondewah Rahayu, Bunga Anggriani Silalahi, S.A.B., M.A.P., serta Sekretaris Kelurahan Cigondewah Rahayu, Lisma Apriliani, S.E.
Bunga menjelaskan, melalui program ASRI masyarakat diajak mengelola sampah rumah tangga dengan konsep arisan. Warga mengumpulkan sampah yang telah dipilah, kemudian menimbangnya di bank sampah. Hasil penjualan sampah tersebut menjadi tabungan yang dapat dicairkan oleh peserta.
“Konsepnya seperti arisan. Kalau arisan biasa yang dikumpulkan adalah uang, sedangkan ASRI yang dikumpulkan adalah sampah. Sampah dikumpulkan, ditimbang di bank sampah, kemudian dijual dan hasilnya bisa dicairkan,” ujar Bunga.
Menurutnya, program yang baru berjalan sekitar satu bulan ini tidak hanya bertujuan mengurangi volume sampah, tetapi juga membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Untuk mendukung program tersebut, kelurahan akan membagikan buku saku sebagai panduan pengelolaan sampah kepada masyarakat. Dengan jumlah penduduk sekitar 9.000 jiwa yang tersebar di delapan RW, partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan program ini.
Selain ASRI, Kelurahan Cigondewah Rahayu juga mengembangkan Sibadak (Sistem Bank Data Kelurahan) sebagai solusi atas kebutuhan data yang terintegrasi. Sekretaris Kelurahan, Lisma Apriliani, mengatakan sistem ini akan menghimpun berbagai data yang sebelumnya tersebar ke dalam satu platform sehingga proses pelayanan publik dan penyediaan data dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien.
Pada tahap awal, Sibadak akan memuat sekitar 30 data dasar yang selanjutnya dikembangkan secara bertahap hingga terintegrasi dengan sistem data Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Ke depan, sistem ini juga akan diuji coba di dua kelurahan lain di Kecamatan Bandung Kulon sebagai bagian dari pengembangan inovasi pelayanan berbasis data. *red





















