BANDUNG, journalbroadcast.co — Anggota DPRD Kota Bandung, H. Andri Rusmana, S.Pd.I., M.A.P., menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan di Kota Bandung.
Menurut Andri, PKBM memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan nonformal bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk menempuh pendidikan melalui jalur formal.
Hal tersebut disampaikan Andri saat menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kota Bandung periode 2026–2031 di Pendopo Kota Bandung, Selasa, 23 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Andri menegaskan bahwa pengembangan PKBM bukan hanya menjadi tanggung jawab pengurus maupun pemerintah. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran dalam memastikan keberadaan PKBM terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan warga.
“PKBM tetap menjadi bagian dari kehidupan pendidikan Kota Bandung. Tugas membesarkan PKBM bukan hanya tugas pengurus atau pemerintah saja, tetapi tugas kita semua untuk menjawab kepercayaan masyarakat,” ujar Andri.
Ia menekankan bahwa tidak boleh ada anak di Kota Bandung yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Andri juga membagikan pengalaman pribadinya ketika menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Ia mengaku pernah mendapatkan bantuan beasiswa yang kemudian membantu dirinya menyelesaikan pendidikan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya terus mendorong agar akses pendidikan dapat dirasakan seluruh masyarakat Kota Bandung.
“Tidak boleh ada satu anak di Kota Bandung yang tidak bisa bersekolah hanya karena alasan biaya. Jika ada yang mengalami kesulitan, tolong hubungi kami,” kata Andri.
Ia mengapresiasi kontribusi PKBM yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Keberadaan PKBM dinilai telah membantu membuka kesempatan belajar bagi warga yang tidak dapat mengikuti jalur pendidikan formal, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif.
Sebagai wakil rakyat, Andri memastikan DPRD Kota Bandung akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pengembangan PKBM.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuat PKBM semakin profesional, berkembang, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Insyaallah kami di legislatif berkomitmen untuk terus men-support dan menjadi bagian dari bagaimana PKBM ini semakin besar dan berkembang di Kota Bandung,” tuturnya.
Andri berharap pelantikan Dewan Pengurus Daerah FK PKBM Kota Bandung periode 2026–2031 menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, pengelola PKBM, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh warga Kota Bandung. *red





















