BANDUNG, journalbroadcast.co — Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus mendorong masyarakat meningkatkan kemampuan digital sebagai langkah menghadapi perkembangan zaman dan dunia kerja yang berubah sangat cepat.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan A. Brillyana menilai, kota yang mampu beradaptasi dan mengadopsi teknologi akan berkembang lebih pesat. Sebaliknya, daerah yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi akan semakin sulit bersaing.
“Perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Karena itu kemampuan digital menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan. Pemerintah harus hadir dan mendukung siapapun agar memiliki kesempatan yang sama,” ujar Yayan di sela pelatihan *Digital Marketing* untuk para disabilitas di Kantor Disnaker Kota Bandung, Senin (25/05/2026).
Menurut Yayan, hampir seluruh aktivitas masyarakat dan dunia usaha saat ini telah terhubung dengan teknologi digital. Mulai dari pemasaran produk, layanan jasa, hingga pengembangan usaha kecil kini banyak dilakukan melalui platform digital.
Ia mencontohkan, kemampuan seseorang dalam bekerja atau berusaha tidak cukup jika masyarakat tidak mengetahui keberadaan produk atau jasa yang ditawarkan.
“Seseorang bisa memiliki kemampuan yang bagus, misalnya jasa cukur rambut atau produk usaha lainnya. Tetapi jika tidak memahami cara pemasaran digital, masyarakat luas tidak akan mengetahuinya,” katanya.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung berupaya membangun ekosistem yang menghubungkan masyarakat dengan pelatihan, dunia usaha, hingga akses permodalan.
“Ini langkah awal. Tidak hanya mengajarkan kemampuan digital, tetapi juga bagaimana usaha bisa berkembang, mendapat dukungan modal, dan dipasarkan secara lebih luas,” ujarnya.
Selain itu, Disnaker Kota Bandung juga membuka berbagai pelatihan keterampilan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan guna menciptakan kesempatan kerja yang lebih inklusif.
Sementara itu, Officer Penempatan Tenaga Kerja, Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM), Agustini Pamungkas mengapresiasi komitmen Disnaker Kota Bandung dalam menghadirkan program berkelanjutan bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, pelatihan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi keluarga.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemkot Bandung terhadap teman-teman disabilitas. Program ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk terus berkarya, berusaha, dan bersaing,” ujarnya.
Ia menambahkan, dunia digital saat ini membuka peluang yang sangat luas bagi siapa saja, termasuk menjalankan usaha dari rumah melalui media sosial dan pemasaran digital.
“Banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Yang terpenting bukan hanya teori, tetapi bagaimana peserta juga dibangun rasa percaya dirinya agar siap berkembang dan sukses,” katanya.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Bandung berharap semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan, membuka peluang usaha, serta mewujudkan kemandirian ekonomi. *red





















