journalbroadcast.co, Jakarta | Lima desainer muda dari program Fashion Entrepreneur (FPreneur) Istituto di Moda Burgo Indonesia menampilkan karya mereka melalui presentasi runway bertajuk STREETÈ: From Asphalt to Atelier dalam rangkaian Fashion Nation 2026 di Senayan City, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Presentasi tersebut menghadirkan 10 look yang dirancang, dibuat, dan ditata oleh para peserta FPreneur. Kelima desainer yang tampil yakni Angela Bernice Christian, Jasmine Nabila, Nadine Emmanuel, Safira Nafiis, dan Samantha Kessler. Penampilan ini menjadi debut runway mereka sekaligus penampilan pertama Burgo Indonesia di Fashion Nation.

CEO Burgo Indonesia Jenny Yohana Kansil mengatakan, koleksi yang ditampilkan mengangkat tema street yang di-create, dengan inspirasi yang berasal dari kehidupan dan gaya berpakaian di jalanan. Inspirasi tersebut kemudian diterjemahkan melalui pendekatan atelier, termasuk perpaduan busana sehari-hari dengan korset dan teknik cutting yang lebih kompleks.
“Nobody can beat you at being you” kata Jenny, menekankan pentingnya setiap desainer menemukan DNA dan identitasnya sendiri.
Para desainer yang tampil masih berstatus siswa dan berada pada tahun ketiga pendidikan. Dalam prosesnya, mereka mempelajari pembuatan koleksi, business plan, pengembangan pola dan konstruksi busana hingga mempresentasikan karya di runway.
Burgo juga menerapkan metode pembelajaran one-on-one personalized curriculum. Melalui metode tersebut, siswa mendapatkan pendampingan secara individual sesuai minat dan bakat masing-masing. Kurikulum juga didukung *technical book* serta mentor yang berasal dari kalangan profesional industri.
Designer and Instructor Burgo Indonesia Howard Laurent mengatakan pendidikan di Burgo tidak hanya menitikberatkan pada tampilan busana, tetapi juga proses pembuatan, craftsmanship, teknik, finishing, dan kenyamanan ketika busana dikenakan.
“Apa yang tidak terlihat terkadang justru lebih penting daripada apa yang terlihat” ujar Howard.
Ia mengatakan, tantangan dalam membimbing para siswa adalah menjaga agar setiap desainer tetap memiliki karakter masing-masing tanpa kehilangan nilai yang menjadi ciri khas Burgo. Menurut dia, karakter tersebut tetap dapat dikembangkan hingga menghasilkan karya yang lebih edgy.
Selain lima desainer utama, produksi pertunjukan juga melibatkan mahasiswa Burgo lainnya, yakni Izzat Aulia, Celine Hosea, Latifa Tanbay, dan Samantha Shenny. Konsep kerja kolaboratif tersebut tercermin dalam sejumlah look yang memadukan rancangan dari beberapa desainer.


















