journalbroadcast.co, Jakarta | PT Malahayati Nusantara Raya kembali menggelar edukasi mengenai bahaya pinjaman online ilegal di Jakarta Selatan, Jumat (3/7), sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal, pengelolaan keuangan yang sehat, serta langkah pencegahan agar tidak terjebak praktik keuangan ilegal.
CEO PT Malahayati Nusantara Raya, Ahmad Maulana Wijaya atau Bang Ujay, mengatakan edukasi menjadi langkah preventif untuk mengurangi jumlah korban pinjaman online ilegal.
“Fokus kami tetap memberikan edukasi kepada masyarakat. Bagi yang belum terjerat pinjaman online, kami ingin mereka memahami risikonya agar tidak menjadi korban. Sementara bagi masyarakat yang sudah terdampak, kami hadir memberikan konsultasi, pendampingan, dan solusi agar mereka bisa bangkit kembali,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Humas PT Malahayati Nusantara Raya, Syahroji (Oji), menyampaikan kegiatan edukasi dan pendampingan merupakan aktivitas utama perusahaan sejak awal berdiri.
“Program edukasi ini bukan hal baru, ini yang sudah kami jalankan dari awal dan tidak ada masalah dengan itu. Yang sedang kami proses adalah kelengkapan perizinan terkait layanan tertentu, dan itu berjalan paralel tidak menghentikan operasional kami secara keseluruhan,” kata Oji.
Kuasa Hukum Albert menambahkan perusahaan tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menyelesaikan proses administrasi yang sedang berjalan.
Selain edukasi literasi keuangan, PT Malahayati Nusantara Raya menyebut masih menjalankan program pembinaan UMKM, pelatihan kerja, rehabilitasi rumah korban kebakaran, diskusi publik, serta kegiatan CSR





















