BANDUNG, journalbroadcast.co — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, dr. Agung Firmasyah Sumantri, mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan World Digestive Health Day 2026 sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan sistem pencernaan melalui penerapan pola hidup sehat.
Menurut dr. Agung, kesehatan pencernaan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kualitas hidup seseorang. Namun, masih banyak masyarakat yang menganggap gangguan pencernaan sebagai masalah ringan, padahal kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.
“Pencernaan yang sehat menjadi salah satu kunci utama menjaga daya tahan tubuh dan kualitas hidup. Karena itu, masyarakat perlu mulai memperhatikan pola makan, asupan gizi, hingga gaya hidup sehari-hari,” ujarnya.
Dalam peringatan World Digestive Health Day 2026 yang mengusung tema “Rise Up Your Gut”, dr. Agung mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat, mencukupi kebutuhan air putih, serta membatasi konsumsi makanan cepat saji dan makanan tinggi lemak.
Ia juga mengingatkan bahwa stres serta gaya hidup yang kurang sehat dapat menjadi pemicu berbagai gangguan pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan usus dan saluran pencernaan perlu terus digencarkan kepada masyarakat.
Selain menerapkan pola hidup sehat, dr. Agung mendorong masyarakat agar memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Semesta atau Universal Health Coverage (UHC) yang telah disediakan Pemerintah Kota Bandung untuk memperoleh layanan kesehatan, termasuk pemeriksaan kesehatan secara dini.
“Dengan adanya UHC, masyarakat diharapkan tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatannya ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah penyakit yang lebih serius,” katanya.
Ia berharap peringatan World Digestive Health Day 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa menjaga kesehatan pencernaan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Jangan menunggu sakit untuk mulai peduli terhadap kesehatan. Mari bersama-sama membangun kebiasaan hidup sehat demi kualitas hidup yang lebih baik,” pungkasnya. *red





















