• JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA
  • JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA
No Result
View All Result
  • JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home JOURNAL PARLEMEN

Anggota DPRD Kota Bandung Soroti Ketergantungan Bansos, Dorong Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan

Admin 002 by Admin 002
2 Juni 2026
in JOURNAL PARLEMEN
0
Anggota DPRD Kota Bandung Soroti Ketergantungan Bansos, Dorong Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama, beberapa waktu lalu. Humpro DPRD Kota Bandung.

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, journalbroadcast.co — Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, menyoroti fenomena ketergantungan masyarakat terhadap Bantuan Sosial (Bansos) yang dinilai belum sepenuhnya efektif dalam memutus mata rantai kemiskinan. Hal tersebut mengemuka dalam podcast YouTube “Ahmad Aja” yang menghadirkan Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, dr. Yorisa Sativa, sebagai narasumber di Kantor Sinergi Indonesia, Kota Bandung, Selasa (26/05/2026).

Dalam dialog tersebut, Yorisa mengungkapkan masih terdapat persoalan pemerataan bantuan sosial di Kota Bandung. Ia menyebutkan, sejumlah Kelompok Penerima Manfaat (KPM) masih menerima bantuan secara berkelanjutan selama bertahun-tahun.

BacaJuga

DPRD dan Dinsos Kota Bandung Perkuat Koordinasi Program Pemberdayaan Sosial

DPRD dan Dinsos Kota Bandung Perkuat Koordinasi Program Pemberdayaan Sosial

10 Desember 2025
0
Tedy Rusmawan Merespons Positif Rencana Angkutan Massal di Bandung Raya

Tedy Rusmawan Merespons Positif Rencana Angkutan Massal di Bandung Raya

15 Maret 2023
0
Andri Gunawan Hadir Panel Diskusi “Skema Peningkatan PAD dan Pengukuran Kesejahteraan Masyarakat di Kota Bandung”

Andri Gunawan Hadir Panel Diskusi “Skema Peningkatan PAD dan Pengukuran Kesejahteraan Masyarakat di Kota Bandung”

6 September 2024
0
Pemandangan Umum Fraksi Partai Golkar Atas Usulan 5 Raperda Baru Kota Bandung

Pemandangan Umum Fraksi Partai Golkar Atas Usulan 5 Raperda Baru Kota Bandung

26 Oktober 2023
0

“Ada warga Kota Bandung yang sudah delapan tahun menerima bansos, baik Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, maupun Bantuan Langsung Tunai (BLT),” ujar Yorisa.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Rahmat Purnama menilai evaluasi berkala terhadap program pengentasan kemiskinan menjadi hal yang sangat penting agar bantuan sosial tidak justru menimbulkan ketergantungan.

“Ya, kita dorong Dinas Sosial untuk melakukan evaluasi secara berkala agar program pengentasan kemiskinan tidak menciptakan masyarakat yang bergantung pada bansos, melainkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut Ahmad, konsep bantuan sosial seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kapasitas ekonomi penerima manfaat secara berkelanjutan.

“Pada dasarnya konsep bantuan dirancang untuk memandirikan masyarakat kurang mampu sehingga mereka bisa berdaya secara berkelanjutan, bukan menjadikan masyarakat bergantung pada bansos,” tegasnya.

Pandangan tersebut sejalan dengan slogan terbaru Kementerian Sosial RI, “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya.” Menurut Yorisa, paradigma baru tersebut menekankan bahwa bantuan sosial tidak hanya berupa bantuan langsung, tetapi juga harus disertai upaya pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan, modal usaha, dan stimulus ekonomi.

“Kementerian Sosial mengeluarkan tagline baru yakni ‘Bansos Sementara, Berdaya Selamanya’. Artinya, bantuan bukan hanya memberikan ‘ikan’, tetapi juga ‘umpan dan kail’ agar masyarakat mampu mandiri secara finansial,” jelas Yorisa.

Perkuat Kemitraan untuk Pengentasan Kemiskinan

Yorisa juga mengungkapkan, keterbatasan anggaran pemerintah membuat bantuan sosial yang bersumber dari APBN maupun APBD saat ini baru mampu menjangkau kurang dari separuh warga miskin di Kota Bandung. Diperkirakan sekitar 60 persen masyarakat rentan masih membutuhkan dukungan.

Meski demikian, menurutnya Kota Bandung memiliki potensi besar dalam membangun kolaborasi dengan berbagai lembaga kesejahteraan sosial.

“Saat ini terdapat sekitar 90 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) atau kelompok donor dan muzaki di Kota Bandung. Dinas Sosial hadir sebagai regulator yang menjembatani penyaluran bantuan sesuai fokus masing-masing lembaga. Jika potensi ini dikelola dengan baik, dampaknya akan sangat besar bagi upaya pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

DPRD Soroti Persoalan Perubahan Data Desil

Dalam kesempatan itu, Ahmad Rahmat Purnama juga menyoroti banyaknya laporan masyarakat terkait perubahan status desil kesejahteraan yang menyebabkan warga kehilangan akses terhadap bantuan sosial.

“Banyak masyarakat yang menyampaikan kepada saya bahwa sebelumnya mereka masuk kategori miskin, tetapi pada pembaruan data terbaru justru masuk ke kelompok masyarakat berkecukupan. Bagaimana solusi untuk persoalan ini?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Yorisa menjelaskan bahwa perubahan desil merupakan hasil pembaruan data yang dilakukan secara berkala oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Perubahan kondisi ekonomi masyarakat setelah proses pendataan, seperti kehilangan pekerjaan, terkena PHK, atau musibah keluarga, sering kali belum langsung tercermin dalam sistem.

Karena itu, Dinas Sosial Kota Bandung telah menyiagakan petugas Kesejahteraan Sosial (Kesos) serta operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di seluruh 151 kelurahan dan 30 kecamatan.

“Warga yang merasa datanya tidak sesuai cukup datang ke kantor kelurahan dengan membawa NIK. Petugas akan mengecek status desil di sistem. Jika diperlukan, akan diajukan proses reaktivasi dan dilakukan survei ulang agar data benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” jelas Yorisa.

Ahmad berharap, melalui evaluasi program, pembaruan data yang akurat, serta penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, program bantuan sosial di Kota Bandung tidak hanya mampu mengurangi angka kemiskinan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang mandiri dan produktif. *red

Previous Post

127 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Cimahi: ini Awal Pengabdian untuk Masyarakat

Next Post

HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari pada 8-19 Juni 2026

Admin 002

Admin 002

Related Posts

Ketua Komisi IV DPRD Bandung Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Masalah Kesehatan
JOURNAL PARLEMEN

Ketua Komisi IV DPRD Bandung Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Atasi Masalah Kesehatan

4 September 2026
0
Komisi IV DPRD Bandung Dorong Bandung School Safety Index Ukur Keamanan Sekolah
JOURNAL PARLEMEN

Komisi IV DPRD Bandung Dorong Bandung School Safety Index Ukur Keamanan Sekolah

3 September 2026
0
Pemkot dan DPRD Bandung Sepakati Anggaran Pembangunan Gedung Inspektorat dan RSUD
JOURNAL PARLEMEN

Pemkot dan DPRD Bandung Sepakati Anggaran Pembangunan Gedung Inspektorat dan RSUD

2 September 2026
0
Komisi IV DPRD Bandung Dorong Penanganan Sanitasi Antapani Berbasis Data
JOURNAL PARLEMEN

Komisi IV DPRD Bandung Dorong Penanganan Sanitasi Antapani Berbasis Data

1 September 2026
0
Radea Respati Dorong Ecopreneurship Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi Warga Binaan
JOURNAL PARLEMEN

Radea Respati Dorong Ecopreneurship Jadi Jalan Kemandirian Ekonomi Warga Binaan

19 Agustus 2026
0
Fun Walk LDII Kota Bandung Semarakkan HUT ke-81 RI, Edwin Senjaya Ajak Warga Hidup Sehat
JOURNAL PARLEMEN

Fun Walk LDII Kota Bandung Semarakkan HUT ke-81 RI, Edwin Senjaya Ajak Warga Hidup Sehat

18 Agustus 2026
0
Kang Ulung: Makna Kemerdekaan Bukan Sekadar Bebas dari Penjajahan
JOURNAL PARLEMEN

Kang Ulung: Makna Kemerdekaan Bukan Sekadar Bebas dari Penjajahan

17 Agustus 2026
0
Asep Robin Ajak Pemuda Ujungberung Perkuat Kolaborasi dan Lestarikan Potensi Bandung Timur
JOURNAL PARLEMEN

Komisi IV DPRD Kota Bandung Pantau Jambore Nasional 2026, Dorong Dukungan Pramuka Diperkuat

16 Agustus 2026
0
Pelatihan Pastry Level 2 Ditutup, Soni Daniswara Dorong Peserta Kembangkan UMKM Mandiri
JOURNAL PARLEMEN

Pelatihan Pastry Level 2 Ditutup, Soni Daniswara Dorong Peserta Kembangkan UMKM Mandiri

15 Agustus 2026
0
Next Post
HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari pada 8-19 Juni 2026

HUT Jakarta ke-499, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Sore Hari pada 8-19 Juni 2026

Satgas Yonif 123/Rajawali Pos Asgon Laksanakan GADIK di SD YPPK Hati Kudus Eci

Satgas Yonif 123/Rajawali Pos Asgon Laksanakan GADIK di SD YPPK Hati Kudus Eci

Hari Lahir Pancasila: Meneguhkan Arah Bangsa di Era Digital

Hari Lahir Pancasila: Meneguhkan Arah Bangsa di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seedbacklink
Journalbroadcast.co

© 2024 Journalbroadcast.co

The best sites to buy Instagram followers in 2024 are easily Smmsav.com and Followersav.com. Betcasinoscript.com is Best sites Buy certified Online Casino Script. buy instagram followers buy instagram followers Online Casino

Navigate Site

  • Email
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • JOURNAL REGIONAL
  • JOURNAL PARLEMEN
  • JOURNAL PEMERINTAHAN
  • JOURNAL EKBIS
  • JOURNAL TNI/POLRI
  • JOURNAL PERISTIWA
  • JOURNAL RAGAM
    • JOURNAL PENDIDIKAN
    • JOURNAL INFOTAINMENT
    • JOURNAL KESEHATAN
    • JOURNAL OLAHRAGA

© 2024 Journalbroadcast.co