CIMAHI, journalbroadcast.co — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap sampah melalui gerakan “Sampah Bisa Jadi Duit”. Gerakan ini mendorong warga untuk memilah dan mengumpulkan barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomis sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi Wahyu, gerakan tersebut bukan sekadar ajakan di media sosial, melainkan kebiasaan nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku telah menjadikan kegiatan mengumpulkan sampah anorganik sebagai rutinitas bersama warga di lingkungan tempat tinggalnya di Kota Cimahi.
“Sampah bisa jadi duit!! Sahabat Aspirasi, ada yang melakukannya juga?” tulis Wahyu dalam unggahan media sosialnya sembari mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan serupa.
Botol Plastik hingga Besi Tua Punya Nilai Ekonomi
Berbagai jenis barang bekas yang dapat dikumpulkan antara lain botol plastik, kardus, kertas, kaleng, besi tua, serta barang anorganik lainnya yang masih memiliki nilai jual. Setelah dipilah berdasarkan jenisnya, barang-barang tersebut dapat dijual kepada pengepul atau disalurkan melalui bank sampah.
Wahyu menilai, barang yang selama ini dianggap tidak berguna sebenarnya masih memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah agar barang yang masih bernilai tidak tercampur dengan sampah lainnya.
Hasil penjualan barang bekas tersebut juga berpotensi memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain dapat menjadi tambahan pemasukan, dana yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan bersama di lingkungan tempat tinggal.
Dana tersebut, misalnya, dapat digunakan untuk menambah kas RT, membiayai kegiatan sosial, memberikan santunan kepada anak yatim, memperbaiki fasilitas umum, hingga menunjang kegiatan keagamaan.
Dengan pengelolaan yang tepat, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan yang harus ditangani, tetapi juga berpotensi menjadi sumber dana untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan.
Pengelolaan Sampah Membutuhkan Partisipasi Masyarakat
Wahyu menilai, persoalan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan aktif masyarakat, mulai dari tingkat rumah tangga hingga RT dan RW, diperlukan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Ia pun mendorong pengurus RT/RW serta aparatur kewilayahan untuk mengembangkan gerakan serupa sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi timbunan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan, kegiatan memilah dan mengumpulkan barang bekas juga dapat menghasilkan nilai ekonomi yang manfaatnya kembali dirasakan masyarakat.
Karena itu, warga Kota Cimahi diharapkan mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah dan tidak langsung membuang barang yang masih dapat dimanfaatkan atau dijual kembali.
Melalui gerakan “Sampah Bisa Jadi Duit”, Wahyu berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial. *red


















