journalbroadcast.co, Jakarta | Menko Pemberdayaan Masyarakat RI sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, menyerukan gerakan nasional melawan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, khususnya pondok pesantren. Seruan itu disampaikan usai Temu Nasional Pondok Pesantren bertema Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual di Grand Mercure Kemayoran Jakarta, Senin (18/5).
Cak Imin menerangkan bahwa kasus kekerasan seksual sudah dalam kondisi darurat dan membutuhkan langkah cepat dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum.
“Kepolisian harus benar-benar respons cepat karena ini sudah darurat kekerasan. Deteksi dan antisipasi harus dilakukan,” ujar Muhaimin.
Ia menilai pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan melalui penguatan pemahaman mengenai hak-hak pribadi dan hak tubuh bagi siswa, siswi, maupun santri.
“Kita terus bekerja memperbaiki dan merekonstruksi pendidikan, termasuk pesantren, untuk membekali orientasi hak-hak pribadi, terutama hak tubuh,” katanya.
Menurut Muhaimin, edukasi mengenai hak tubuh penting diberikan sejak usia dini agar anak-anak memahami batasan dan mampu melindungi diri dari tindakan kekerasan.
Selain itu, ia meminta kepala daerah lebih proaktif membuka layanan pengaduan atau hotline serta memperkuat pengawasan di lingkungan pendidikan.
“Saya minta kepala daerah jangan membiarkan kasus seperti ini terjadi lagi. Semua harus bergerak bersama,” ujarnya.
Muhaimin juga mengapresiasi gerakan pesantren anti kekerasan seksual yang digagas sejumlah elemen masyarakat dan organisasi perempuan dan berharap gerakan tersebut menjadi pelopor perubahan di seluruh lembaga pendidikan, termasuk perguruan tinggi.
“Gerakan pesantren ini harus menjadi motor untuk menghentikan segala bentuk kekerasan seksual di semua lini pendidikan,” tuturnya.





















